Dari kanan, Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas, Ketua DPW PPP DKI Jakarta Abdul Azis, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik, Ketua DPW PAN DKI Jakarta Eko Patrio, Plt Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Bamabng DH, Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo, Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Nahrowi Ramli saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Senin (8/8/2016). Dalam kesempatan itu mereka menyatakan membentuk Koalisi Kekeluargaan untuk menghadapi Pilkada DKI Jakarta.
JAKARTA, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik menegaskan tak ada perebutan posisi calon wakil gubernur dalam "Koalisi Kekeluargaan". Tujuh partai dalam koalisi itu sudah sepakat menunjuk satu nama sebagai cawagub. Tujuh partai itu terdiri dari PDI-P, Partai Gerindra, PKS, PPP, Partai Demokrat, PKB dan PAN.
"Kalau dari Koalisi Kekeluargaan begini kesepakatannya, Wakil Gubernur sudah, semua disetujui oleh tujuh partai, Sandiaga Uno," kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (12/8/2016).
Sementara itu, posisi calon gubernur akan diserahkan kepada partai pemenang, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Enam partai lainnya, kata Taufik, tengah menunggu keputusan PDI-P untuk jadi calon gubernur.
Kesepakatan dari Koalisi Kekeluargaan, tambahnya, lebih simple dibanding tiga partai pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Menurut Taufik, tiga partai pendukung Ahok rawan pecah karena berebut posisi wakil gubernur.
"Kalau satu (partai pendukung Ahok) lari, selesai nih, jadi calon tunggal (paslon Koalisi Kekeluargaan)," tegas Taufik.
No comments:
Post a Comment