JAYAPURA, Sebanyak 10 anggota Brimob akan diperiksa tim investigasi dari Polda
Papua terkait insiden penembakan remaja bernama Otinius Sondegau (15),
Sabtu (27/8/2016).
Penembakan Otinius telah memicu amarah warga setempat. Sambil membawa
jenazah Otinius, sekitar 200 orang berunjuk rasa di Markas Polsek
Sugapa. Massa kemudian secara spontan membakar bangunan Mapolsek Sugapa.
Saat itu, sebanyak 15 anggota Polsek tak mampu menghentikan aksi massa yang mencapai ratusan orang itu.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Patrige Renwarin
mengatakan, sebanyak tiga anggota Profesi dan Pengamanan Polda Papua
yang berada dalam tim investigasi.
"Mereka yang akan memeriksa 10 anggota Brimob itu. Pemeriksaan ini
mengungkap motif di balik aksi pengejaran terhadap korban dan rekannya.
Selain itu, pemeriksaan ini untuk mengetahui jenis peluru yang digunakan
mereka pada saat insiden," kata Patrige ketika dikonfirmasi di
Jayapura, Selasa (30/8/2016).
Dia menuturkan, tim investigasi yang dipimpin Wakapolda Papua Brigjen
Pol Rudolf Albert Rodja masih berupaya membujuk pihak keluarga untuk
mengotopsi jenazah korban.
"Dengan otopsi, kami bisa mengetahui apakah luka korban karena terkena tembakan atau benda lainnya," tutur Patrige.
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menyesalkan terjadinya insiden
penembakan warga di Sugapa. Ia pun berharap agar proses investigasi oleh
tim yang diterjunkan Polda Papua berjalan secara transparan.
"Apabila ada oknum aparat yang terbukti bersalah dalam insiden ini,
maka ia tak boleh hanya dikenakan sanksi kode etik namun juga sanksi
pidana," tambah Poengky.
No comments:
Post a Comment