PARIS,
Sebuah video yang menampikan seorang pekerja restoran di pinggiran Paris
menolak untuk melayani dua perempuan Muslim, memicu kemarahan warga
Perancis.
Dalam video yang disebar di media sosial tersebut,
pekerja restoran tersebut mengatakan kepada kedua perempuan berhijab itu
bahwa semua Muslim adalah teroris.
Insiden memalukan itu terjadi di restoran Le Cenacle di kawasan Tremblay-en-France pada Sabtu (27/8/2016).
Dalam
video yang direkam diam-diam oleh salah seorang perempuan tersebut
terlihat sang pegawai berkata-kata dengan sangat emosional.
"Kami tak ingin dilayani oleh seorang rasialis," kata salah seorang perempuan tersebut.
"Rasisme tak membunuh orang," kata staf restoran tersebut.
"Saya tak ingin orang-orang seperti kalian di restoran ini. Titik," tambah pria tersebut.
Setelah
video itu tersebar dan dia dikecam banyak orang, star pria itu kemudian
meminta maaf kepara sekelompok pengunjuk rasa di luar restoran itu pada
Minggu (28/8/2016).
Selain meminta maaf dia mengatakan telah
kehilangan kendali karena situasi tegang yang mencengkeram Perancis
terkait masalah pelarangan burkini.
Selain itu, pria tersebut
juga memiliki seorang teman yang tewas dalam serangan di gedung konser
Bataclan, Paris pada Novemner tahun lalu. Demikian dilaporkan harian Le Parisien.
Jaksa setempat, kepada Le Parisien mengatakan, tengah membuka investigasi terkait dugaan terjadinya diskriminasi rasial itu.
Seorang
menteri pemerintahan Perancis, Laurence Rossignol mengatakan, dia telah
meminta Dilcra, badan anti-rasialisme pemerintah, untuk menyelidiki
kasus yang disebutnya tak bisa ditolerir itu.
No comments:
Post a Comment