Ketua DPRD DKI Jakarta sekaligus Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Prasetio Edi Marsudi, saat ditemui di ruang kerjanya di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (20/6/2016).
JAKARTA, - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengusulkan parkir di pasar tradisional dikelola secara mandiri oleh PD Pasar Jaya.
Ia mengatakan, lahan parkir di pasar tradisional yang pengelolaannya
diserahkan kepada BLUD Perparkiran DKI mengakibatkan sulitnya pengawasan
di lapangan.
"Kenapa lahan parkir tersebut tidak diserahkan langsung kepada PD Pasar Jaya sehingga mempermudah kontrol. Sekarang kalau turun ke lapangan, pengawasan sulit," ujar dia.
"Kenapa lahan parkir tersebut tidak diserahkan langsung kepada PD Pasar Jaya sehingga mempermudah kontrol. Sekarang kalau turun ke lapangan, pengawasan sulit," ujar dia.
Prasetio mengungkapkan, pendapatan pengelolaan lahan parkir di pasar
tradisional sangat besar sehinga mampu menambah pemasukan bagi PD Pasar
Jaya.
Untuk itu, Prasetio berharap Pemprov DKI dapat meninjau kembali pengelolaan lahan parkir pasar oleh BLUD Perparkiran.
"Kalau nanti PD Pasar Jaya menyerahkan pengelolaan kepada BLUD Perparkiran DKI, itu haknya. Tetapi, pengawasan masih berada di tangan pemilik pasar," kata dia.
"Kalau nanti PD Pasar Jaya menyerahkan pengelolaan kepada BLUD Perparkiran DKI, itu haknya. Tetapi, pengawasan masih berada di tangan pemilik pasar," kata dia.
Sementara itu, Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin menyampaikan, BLUD
Perparkiran DKI telah mengambil alih pengelolaan lahan parkir sebanyak
15 dari total 153 pasar tradisional di Ibukota per 1 Agustus 2016.
"Kami bekerja sama dengan BLUD Perparkiran sehingga ke depan potensi parkir dan keamanan semakin baik," ujar dia.
No comments:
Post a Comment