Thursday, 17 March 2016

"Tantang Ahok dengan Ide, Jangan Pakai Cara Kampanye Tahun 2012"


Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti usai diskusi bertema Kontestasi Pilkada DKI 2017, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016).

JAKARTA,  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama "Ahok" dianggap memiliki peluang besar untuk kembali terpilih pada Pilkada 2017 jika lawannya tidak sibuk mengurusi isu suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA).

"Tantang Ahok dengan ide. Jangan seperti cara-cara model kampanye tahun 2012 dan 2014 lalu yang sudah terbukti tidak berhasil," kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti di Jakarta Selatan, Kamis (17/3/2016).

Ide tersebut secara garis besar untuk membangun Jakarta, misalnya terkait reklamasi pantai utara di Jakarta. Ahok, lanjut Ray, sangat konsisten mendukung.

"Sekarang (tergantung) bagaimana pesaing Ahok, setuju soal reklamasi atau tidak," kata Ray.

Selain itu, ide lainnya berupa komunikasi dengan masyarakat. Jika saat ini Ahok terkesan menyenangkan kelompok menengah, maka penantangnya harus memiliki ide lain.

"Sekarang, harus muncul tokoh yang menyenangkan semua pihak," kata Ray.

Gaya lain tersebut bisa seperti mantan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, yang sabar dalam melakukan pendekatan dengan masyarakat.

Ray menyebut, dengan cara itulah, ia meyakini bahwa warga akan melirik penantang Ahok. "Kalau Anda gunakan isu SARA, Anda akan ketinggalan kereta," ucap Ray.

No comments:

Post a Comment