Sutradara dan produser film Garin Nugroho Riyanto diwawancara di newsroom Harian Kompas, Gedung Kompas Gramedia, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016).
YOGYAKARTA, Sineas Indonesia, Garin Nugroho, yang memastikan diri bergabung dengan Jogja Independent (Joint) dalam pencalonan wali kota Yogyakarta, menilai, "Kota Gudeg" saat ini sudah "berlebihan" sehingga perlu ditata ulang dengan dikembalikan ke khitah-nya.
"Sebetulnya, Jogja harus dikembalikan ke khitahnya sebagai kota
pendidikan, kota kebudayaan, dan kota yang menjadi miniatur keberagaman.
Tiga gagasan itu yang menjadi keistimewaan Jogja," ucap Garin Nugroho,
Selasa (29/3/2016).
Garin menilai, kondisi Kota Yogyakarta saat ini sudah berbeda, bahkan cenderung berlebihan, misalnya jumlah hotel dan mal, termasuk juga jumlah kendaraan yang menyebabkan kemacetan lalu lintas.
"Saya kira perlu ada penataan ulang dengan berbasis keistimewaan Jogja," katanya.
Terkait bangunan cagar budaya yang mulai tenggelam dengan hadirnya mal dan hotel di Yogyakarta, sutradara film berjudul Cinta Dalam Sepotong Roti ini memandang salah satu keistimewaan dari Yogyakarta adalah kota pustaka.
Kota pustaka seharusnya dijaga dan menjadi dasar pertumbuhan Kota Yogyakarta sehingga dalam tata kotanya mengacu pada Yogyakarta sebagai kota budaya, pendidikan, pariwisata, dan kota yang menjadi miniatur keberagaman Indonesia.
"Salah satu keistimewaan Jogja adalah kota pustaka. Itu yang menjadi dasar pertumbuhan. Kota pustaka itu kekayaan yang luar biasa, jadi strategi tata kota pustaka ke depan itu harus ada," katanya.
Saat dikonfirmasi mengenai kapan akan mengembalikan formulir ke sekretariat Joint, Garin mengatakan, hal itu kemungkinan akan dilakukan pada besok hari oleh stafnya.
Garin menilai, kondisi Kota Yogyakarta saat ini sudah berbeda, bahkan cenderung berlebihan, misalnya jumlah hotel dan mal, termasuk juga jumlah kendaraan yang menyebabkan kemacetan lalu lintas.
"Saya kira perlu ada penataan ulang dengan berbasis keistimewaan Jogja," katanya.
Terkait bangunan cagar budaya yang mulai tenggelam dengan hadirnya mal dan hotel di Yogyakarta, sutradara film berjudul Cinta Dalam Sepotong Roti ini memandang salah satu keistimewaan dari Yogyakarta adalah kota pustaka.
Kota pustaka seharusnya dijaga dan menjadi dasar pertumbuhan Kota Yogyakarta sehingga dalam tata kotanya mengacu pada Yogyakarta sebagai kota budaya, pendidikan, pariwisata, dan kota yang menjadi miniatur keberagaman Indonesia.
"Salah satu keistimewaan Jogja adalah kota pustaka. Itu yang menjadi dasar pertumbuhan. Kota pustaka itu kekayaan yang luar biasa, jadi strategi tata kota pustaka ke depan itu harus ada," katanya.
Saat dikonfirmasi mengenai kapan akan mengembalikan formulir ke sekretariat Joint, Garin mengatakan, hal itu kemungkinan akan dilakukan pada besok hari oleh stafnya.
No comments:
Post a Comment