Suasana sepi di Proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dekat Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan pada Jumat (1/1/2016)
JAKARTA, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendesak kontraktor proyek mass rapid transit (MRT) di Jakarta agar tidak terlalu melewati batas waktu pembangunan proyek tersebut.
"Ya kami suruh dia kejar terus saja. Kami akan press saja terus," ujar Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/3/2016).
Keterlambatan itu terjadi lantaran pihak kontraktor melakukan kesalahan, yakni dalam pengerjaan girder box (struktur trapesium pada jembatan). Saat uji coba dilakukan, girder box tersebut retak.
Pria yang akrab disapa Ahok juga memastikan, pihaknya telah memberikan sanksi kepada kontraktor.
"Soal girder yang salah, sudah ada sanksi. Soal 57 buah itu," ujar Ahok.
Atas kesalahan itu pula, Ahok pun setuju bahwa kontraktor asal Jepang tidak sebagus yang dibayangkan. Ahok lantas memberikan contoh kesalahan pada proyek jalan layang tol di Tanjung Priok yang dikerjakan kontraktor asal Jepang.
"Yang (Tol) Tanjung Priok juga ada kesalahan teknis, kan sampai mundur 22 bulan," ujar dia.
Keterlambatan itu terjadi lantaran pihak kontraktor melakukan kesalahan, yakni dalam pengerjaan girder box (struktur trapesium pada jembatan). Saat uji coba dilakukan, girder box tersebut retak.
Pria yang akrab disapa Ahok juga memastikan, pihaknya telah memberikan sanksi kepada kontraktor.
"Soal girder yang salah, sudah ada sanksi. Soal 57 buah itu," ujar Ahok.
Atas kesalahan itu pula, Ahok pun setuju bahwa kontraktor asal Jepang tidak sebagus yang dibayangkan. Ahok lantas memberikan contoh kesalahan pada proyek jalan layang tol di Tanjung Priok yang dikerjakan kontraktor asal Jepang.
"Yang (Tol) Tanjung Priok juga ada kesalahan teknis, kan sampai mundur 22 bulan," ujar dia.
No comments:
Post a Comment