Anggota Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid (kiri) dan Ahmad Heryawan hadir pada Musyawarah XII Majelis Syura PKS di Jakarta, Minggu (27/4/2014). Pada musyawarah ini sejumlah agenda menjadi bahasan, di antaranya evaluasi hasil pemilu legislatif, koasili, dan persiapan menghadapi pemilu presiden.
JAKARTA, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menuding Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah serta birokrasi DKI Jakarta untuk kampanye sebagai calon gubernur DKI.
"Kalian wartawan coba amati, begitu banyak program pemerintah di APBD
DKI yang sebelumnya tidak digunakan, sekarang digunakan besar-besaran,"
kata Hidayat di Jakarta, Rabu (30/3/2016).
Hidayat menyesalkan Ahok sebagai calon petahana menggunakan jabatannya untuk memenangi Pilkada DKI Jakarta.
Hidayat menyesalkan Ahok sebagai calon petahana menggunakan jabatannya untuk memenangi Pilkada DKI Jakarta.
Padahal, kata dia, Pilkada DKI Jakarta sebagai ibu kota seharusnya
bisa berlangsung lebih baik dan menjadi barometer untuk berbagai daerah
lainnya di seluruh Indonesia.
"Harusnya, jangan sampai birokrasi dan APBD dipakai untuk pemenangan
pilgub. Harusnya di Jakarta menjadi pilgub yang berkualitas," ucap
Hidayat.
Karena indikasi penggunaan APBD DKI ini, Hidayat pun menegaskan bahwa partainya tidak akan mendukung Ahok. Selain itu, PKS juga mempermasalahkan masalah etika Ahok hingga penyerapan anggaran DKI yang rendah.
Karena indikasi penggunaan APBD DKI ini, Hidayat pun menegaskan bahwa partainya tidak akan mendukung Ahok. Selain itu, PKS juga mempermasalahkan masalah etika Ahok hingga penyerapan anggaran DKI yang rendah.
No comments:
Post a Comment