Petugas gabungan melakukan razia di Lapas Ambarawa, Kabupaten Semarang, Senin (28/3/2016) malam hingga Selasa (29/3/2016) dinihari.
AMBARAWA, - Petugas gabungan Direktorat Narkoba Polda Jawa Tengah, Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah, serta Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Jawa Tengah melakukan razia narkoba di sejumlah tempat, Senin (28/3/2016) malam hingga Selasa (29/3/2016) dinihari.
Razia dimulai dari Lapas Ambarawa, Kabupaten Semarang. Petugas memeriksa sel tahanan Blok 2 yang dihuni 60 tahanan narkoba.
Petugas memeriksa indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan lapas serta menggeledah barang milik napi.
Para napi juga dipaksa mengikuti tes urine untuk memastikan adanya penyalahgunaan narkoba.
Kepala Lapas Ambarawa Priya Utama mengatakan, sangat menghargai kerja sama dengan polisi serta BNN guna memerangi peredaran narkoba di dalam lapas.
"Kami selaku petugas lapas tidak bisa berdiri sendiri untuk mengatasi permasalahan tersebut. Bulan lalu memang ada tiga yang positif, tadi dites ternyata negatif," kata Priya.
Selain menggelar razia gabungan, petugas internal Lapas Ambarawa juga kerap melakukan hal yang sama di seluruh blok tahanan yang saat ini dihuni 244 orang napi itu.
"Internal akan melakukan penggeledahan insidentil bilamana ada informasi pemakaian obat terlarang," kata dia.
Kepala Bagian Pembinaan dan Operasional Satuan Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah Ajun Komisaris Besar Polisi Sunarto mengatakan, pihaknya sengaja menyasar lapas karena akhir-akhir ini ada tren peredaran narkoba yang dikendalikan dari balik sel.
Semua lapas di Jawa Tengah yang menampung warga binaan narkoba akan terus diperiksa untuk memutus jaringan narkoba yang dikendalikan oleh para napi.
"Ternyata kita cek malam hari ini hasilnya sama-sama kita ketahui hasilnya negatif. Baik tes urine maupun barang HP, maupun obat-obatan terlarang, ternyata tidak kami temukan," kata Sunarto.
Di Lapas Ambarawa, napi narkoba ditempatkan di Blok 2 dan ruang isolasi khusus untuk napi narkoba limpahan dari lapas lain.
Baru-baru ini, Lapas Ambarawa mendapatkan pindahan tahanan kasus narkoba dari Lapas Surakarta sebanyak 12 orang.
"Yang di sel isolasi tidak kita periksa karena otomatis diyakini barang itu tidak ada pada napi yang dimaksud," kata Sunarto.
Setelah menggelar razia di Lapas Ambarawa, tim gabungan kemudian melanjutkan razia ke tempat-tempat karaoke dan kos-kosan di kawasan Tegalpanas, Bergas. Lagi-lagi petugas tidak menemukan penyalahgunaan narkoba di tempat ini.
Petugas memeriksa indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan lapas serta menggeledah barang milik napi.
Para napi juga dipaksa mengikuti tes urine untuk memastikan adanya penyalahgunaan narkoba.
Kepala Lapas Ambarawa Priya Utama mengatakan, sangat menghargai kerja sama dengan polisi serta BNN guna memerangi peredaran narkoba di dalam lapas.
"Kami selaku petugas lapas tidak bisa berdiri sendiri untuk mengatasi permasalahan tersebut. Bulan lalu memang ada tiga yang positif, tadi dites ternyata negatif," kata Priya.
Selain menggelar razia gabungan, petugas internal Lapas Ambarawa juga kerap melakukan hal yang sama di seluruh blok tahanan yang saat ini dihuni 244 orang napi itu.
"Internal akan melakukan penggeledahan insidentil bilamana ada informasi pemakaian obat terlarang," kata dia.
Kepala Bagian Pembinaan dan Operasional Satuan Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah Ajun Komisaris Besar Polisi Sunarto mengatakan, pihaknya sengaja menyasar lapas karena akhir-akhir ini ada tren peredaran narkoba yang dikendalikan dari balik sel.
Semua lapas di Jawa Tengah yang menampung warga binaan narkoba akan terus diperiksa untuk memutus jaringan narkoba yang dikendalikan oleh para napi.
"Ternyata kita cek malam hari ini hasilnya sama-sama kita ketahui hasilnya negatif. Baik tes urine maupun barang HP, maupun obat-obatan terlarang, ternyata tidak kami temukan," kata Sunarto.
Di Lapas Ambarawa, napi narkoba ditempatkan di Blok 2 dan ruang isolasi khusus untuk napi narkoba limpahan dari lapas lain.
Baru-baru ini, Lapas Ambarawa mendapatkan pindahan tahanan kasus narkoba dari Lapas Surakarta sebanyak 12 orang.
"Yang di sel isolasi tidak kita periksa karena otomatis diyakini barang itu tidak ada pada napi yang dimaksud," kata Sunarto.
Setelah menggelar razia di Lapas Ambarawa, tim gabungan kemudian melanjutkan razia ke tempat-tempat karaoke dan kos-kosan di kawasan Tegalpanas, Bergas. Lagi-lagi petugas tidak menemukan penyalahgunaan narkoba di tempat ini.
No comments:
Post a Comment