SBY dan Ani Yuddhoyono saat memasuki kompleks Masjid Agung Demak
SURABAYA, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menganggap bahaya jika pada era transparansi dan demokrasi seperti sekarang seorang pemimpin tidak berkenan mendengar kritikan dari warganya. "Kalau seorang pemimpin tidak berkenan mendengar kritikan dari warganya, bisa bahaya," kata SBY saat membuka konsolidasi Partai Demokrat di Surabaya, Minggu (20/3/2016).
SBY mengaku, selama 10 tahun menjadi presiden, dirinya ataupun pemerintahan yang dia pimpin tidak lepas dari kritikan setiap hari.
"Kalau sehari saja ada 10 kritikan, berapa kalau dikalikan 10 tahun," kata SBY.
Kritikan yang disampaikan warga saat dia menjabat presiden juga beragam bentuknya. Ia memberi contoh saat menerima kritikan dari kelompok suporter saat sedang makan soto di Lamongan.
Partai Demokrat menggelar rapat konsolidasi tertutup di Surabaya. Selain mengevaluasi kinerja, rapat yang dipimpin SBY itu juga membahas persiapan pemenangan pilkada serentak 2017.
Rapat tersebut dihadiri oleh 34 ketua DPD Partai Demokrat seluruh Indonesia, 60 anggota DPR RI, dan seluruh pengurus DPP
No comments:
Post a Comment