Massa dari Teman Ahok mengumpulkan dukungan melalui petisi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (1/3/2015). Kegiatan yang mengusung tema #GueAhok tersebut menggalang dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta yang sedang menghadapi pertentangan dengan DPRD Jakarta terkait dana APBD.
JAKARTA, Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menegaskan, pihaknya mempunyai mekanisme tersendiri dalam mengusung calon kepala daerah, termasuk di DKI Jakarta.
PDI-P akan berpegang kepada mekanisme internal tersebut dan tidak akan terpengaruh dengan calon petahana, Basuki Thahaja Purnama alias Ahok, yang terus mendesak kepastian mengenai dukungan dari partai berlambang banteng tersebut.
"PDI-P bekerjanya punya mekanisme, punya jadwal, punya tim," kata Ketua DPP PDI-P Hendrawan Supratikno saat dihubungi, Selasa (8/3/2016).
Hendrawan mengatakan, PDI-P menghargai permintaan Ahok sebagai masukan. Namun, masukan itu belum tentu akan mempercepat proses penjaringan yang akan dilakukan oleh PDI-P.
"Biar masing-masing menjalankan tugasnya dengan baik, bukan saling mengintimidasi, saling mengancam, dan saling menekan," ujar dia.
Hendrawan belum bisa memastikan kapan mekanisme penjaringan cagub DKI yang dilakukan PDI-P akan selesai dilakukan. Sebab, selain dipengaruhi oleh penjaringan internal partai, penentuan bakal cagub DKI dari PDI-P juga akan sangat bergantung pada momentum serta keputusan Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri.
"Untuk melihat momentum itu tepat atau tidak, sepenuhnya kewenangan Ketua Umum," ucap Wakil Ketua Fraksi PDI-P di DPR ini.
No comments:
Post a Comment