Monday, 22 February 2016

Muhammadiyah: Dalih Keberagaman dan Kebebasan, Ajaran Menyimpang Mulai Bermunculan

JAKARTA, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan penyesatan agama. Salah satunya, penyesatan dijadikan konsekuensi dari kebebasan berekspresi.

"Karena ketika keterbukaan terjadi, masyarakat semakin berani menunjukan identitas keagamaannya. Bahkan pilihan hidupnya," ujar Mu'ti di Jakarta, Senin (22/2/2016).

Mu'ti mengatakan, kebebasan berekspresi membuat ruang publik yang mejamuk merayakan keberagaman mereka.

Orang jadi merasa tidak perlu malu atau takut karena kebebasan dijamin oleh negara. Namun, menurut Mu'ti, Indonesia belum benar-benar siap dengan keberagaman itu.

"Bebas sih bebas tapi tentu harus ada batas. Batas itu diberikan rambu secara teologis ini yang melahirkan fatwa yang sebagian muncul untuk memberikan tuntunan pada umat beragama sehingga tetap pada keyakinan yang benar menurut kelompok itu," kata Mu'ti.

Mu'ti menilai, aliran berbeda pada suatu keyakninan akan menjadi pintu masuk kelompok tertentu untuk melakukan kekerasan. Misalnya, muncul kelompok Ahmadiyah dan Syiah.

Oleh karena itu, ia menganggap pentingnya ada dialog antar beragama mengenai perbedaan aliran itu. Dengan demikian, akan ditemukan cara untuk menyikapinya secara bersama.

"Tidak bisa hanya diselesaikan ini kewajiban negara saja. Upaya kita membangun dialog antarumat beragama harus jadi bagian yang perlu dibangun," kata dia.

No comments:

Post a Comment