Suasana perumahan warga di Kalijodo, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (24/2/2016). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi tenggat waktu bagi warga untuk membongkar rumahnya hingga 29 Februari mendatang.
JAKARTA, Ropik, salah seorang pekerja bangunan, untuk kali pertama masuk ke dalam Kalijodo, Jakarta Utara. Padahal, rumahnya di seberang kawasan tersebut.
Ropik mengatakan, selama ini dia hanya melintas tanpa memedulikan kegiatan di dalamnya. Dia mengaku takut terjerumus.
"Rumah saya sebenarnya di seberang, tetapi enggak pernah saya ke sini. Saya takut terjerumus," ujar Ropik kepada Kompas.com, Kamis (25/2/2016).
Dia masuk ke daerah Kalijodo karena mendapat pekerjaan membongkar bangunan warga yang tinggal di kawasan tersebut.
Hari ini, dia mendapat pekerjaan untuk membongkar salah satu tempat parkir. Dia belum tahu jumlah uang yang akan didapat.
"Saya malah enggak tahu bakal dikasih berapa. Nanti setelah kerjaan selesai, biasanya baru dikasih. Yang penting sewajarnya ajalah," ujar Ropik.
Asbes-asbes telah dia bongkar. Kayu-kayu akan dibongkar pula untuk dikirimkan kepada pemilik bangunan di kampung halaman.
Secara pribadi, Ropik juga senang kalau kawasan ini dibongkar dan dijadikan taman. Ropik pun mengaku senang terlibat dalam pembongkaran bangunan ini.
"Ya, ini mah secara enggak langsung ya, saya jadi bagian dari pembongkaran Kalijodo, gitu," ujar dia lalu tersenyum.
Tukang bangunan lainnya, Ansori, juga mengaku mendukung pembongkaran ini. Dia mengatakan, rumahnya tidak jauh dari kawasan itu dan juga masuk ke kawasan hijau.
Dia merasa, rumahnya sebentar lagi juga akan dibongkar. Mengenai hal itu, dia mengaku ikhlas.
"Gimana ya, namanya juga nempatin tanah negara. Mau enggak mau ya harus pindah, tetapi saya enggak mau di rusun, mending saya kontrak rumah aja biar dekat sama tempat kerja," ujar Ansori.
No comments:
Post a Comment