Personel TNI dari Koramil Johan Pahlawan Kodim 0105 Aceh Barat melakukan pemadaman kebakaran lahan dengan memukul titik api menggunakan daun dan ranting kayu, Kamis (4/8/16).
MEULABOH, Puluhan personel TNI dari Koramil Johan Pahlawan Kodim 0105 Aceh Barat menyisir sejumlah lokasi kebakaran lahan yang terjadi sejak tiga hari ini.
Meski dengan peralatan seadanya, prajurit TNI berhasil memadamkan api yang berada dekat dengan pemukiman penduduk.
"Kita prioritaskan lokasi yang dekat dengan pemukiman penduduk dulu agar rumah warga tidak ikut terbakar," kata Danramil Kecamatan Johan Pahlawan Kapten Inf Suryadi kepada wartawan, Kamis (4/8/2016).
Api yang dipadamkan berada di lokasi lahan gambut dan sudah menjalar ke lahan sawit warga dan mendekati pemukiman penduduk.
Pemadaman api dilakukan dengan cara manual dan hanya menggunakan daun dan ranting kayu pada lokasi yang sulit diakses oleh fasilitas pemadam kebakaran.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Barat Teuku Syahluna Polem mengatakan, kebakaran lahan gambut diduga terjadi akibat pembukaan lahan sawit baru dengan cara membakar.
Hal itu mengakibatkan api dengan cepat menjalar ke lahan sawit warga. "Apalagi di Aceh Barat sudah satu bulan jarang terjadi hujan," kata Syahluna.
Jumlah lokasi kebakaran lahan gambut yang sangat parah terjadi di lima lokasi di wilayah hutan gambut Aceh Barat.
Tim reaksi cepat dari BPBD setempat baru berhasil memadamkan sejumlah titik api yang dekat dengan pemukiman penduduk, seperti di Kecamatan Arongan Lambalek, Johan Pahlawan, Samatiga, Bubon, dan Woyla.
"Kita padamkan titik api yang terdekat dengan pemukiman warga karena keterbatasan peratan, selang armada pemadam hanya 50 meter, sementara titik api yang berada di tengah hutan sangat sulit di akses oleh petugas, mudah-mudahan turun hujan," ujarnya.
Hingga Kamis petang, kebakaran masih terjadi dan menimbulkan asap tebal. Asap terus menyelimuti hingga ke pusat Kota Meulaboh dan mulai mengganggu aktifitas warga.
Asap sangat terasa hingga ke pusat kota pada saat pagi dan malam hari sejak tiga hari terakhir.
"Kita prioritaskan lokasi yang dekat dengan pemukiman penduduk dulu agar rumah warga tidak ikut terbakar," kata Danramil Kecamatan Johan Pahlawan Kapten Inf Suryadi kepada wartawan, Kamis (4/8/2016).
Api yang dipadamkan berada di lokasi lahan gambut dan sudah menjalar ke lahan sawit warga dan mendekati pemukiman penduduk.
Pemadaman api dilakukan dengan cara manual dan hanya menggunakan daun dan ranting kayu pada lokasi yang sulit diakses oleh fasilitas pemadam kebakaran.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Barat Teuku Syahluna Polem mengatakan, kebakaran lahan gambut diduga terjadi akibat pembukaan lahan sawit baru dengan cara membakar.
Hal itu mengakibatkan api dengan cepat menjalar ke lahan sawit warga. "Apalagi di Aceh Barat sudah satu bulan jarang terjadi hujan," kata Syahluna.
Jumlah lokasi kebakaran lahan gambut yang sangat parah terjadi di lima lokasi di wilayah hutan gambut Aceh Barat.
Tim reaksi cepat dari BPBD setempat baru berhasil memadamkan sejumlah titik api yang dekat dengan pemukiman penduduk, seperti di Kecamatan Arongan Lambalek, Johan Pahlawan, Samatiga, Bubon, dan Woyla.
"Kita padamkan titik api yang terdekat dengan pemukiman warga karena keterbatasan peratan, selang armada pemadam hanya 50 meter, sementara titik api yang berada di tengah hutan sangat sulit di akses oleh petugas, mudah-mudahan turun hujan," ujarnya.
Hingga Kamis petang, kebakaran masih terjadi dan menimbulkan asap tebal. Asap terus menyelimuti hingga ke pusat Kota Meulaboh dan mulai mengganggu aktifitas warga.
Asap sangat terasa hingga ke pusat kota pada saat pagi dan malam hari sejak tiga hari terakhir.
No comments:
Post a Comment