Foto Suasana Persiapan Penarikan 741 BKO Brimob di Posko kecamatan Poso Pesisir Utara Pada Senin (8/8/2016)
POSO, Sebanyak 741 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) Brimob yang telah bertugas selama 6 bulan untuk mencari dan menangkap kelompok teroris Santoso dalam pelaksanaan operasi Tinombala 2016 di Poso, Sulawesi Tengah, mulai ditarik.
Penarikan secara serentak pada Senin (8/8/2016) untuk dikembalikan ke
Polda masing-masing dan digantikan oleh personel Brimob yang baru
dengan jumlah yang sama dari berbagai polda di Indonesia dan telah tiba
sehari sebelumnya.
Seluruh jumlah personel BKO Brimob tersebut ditarik dari empat sektor wilayah Operasi Tinombala 2016 yang meliputi 7 wilayah kecamatan yang tersebar di Kabupaten Poso.
Penarikan pasukan yang digantikan dengan kedatangan BKO baru ini merupakan upaya Satgas Operasi Tinombala 2016 untuk menuntaskan pengejaran sisa 16 DPO jaringan kelompok Santoso.
Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Polisi Rudi Sufahriadi selaku Penanggung Jawab Komando (PJK) Operasi Tinombala 2016 mengatakan, seluruh pasukan Brimob yang ditarik itu merupakan BKO yang telah bertugas selama 6 bulan.
Menurutnya, jumlah yang ditarik disesuaikan dengan kedatangan BKO Brimob pengganti sebelumnya yang telah tiba pada Minggu (7/8/2016) dan telah disebar menempati pos masing –masing.
"Dalam penarikan pasukan ini tidak ada penambahan berapa jumlah yang datang. Begitu juga yang masuk. Yang ditarik ini adalah BKO yang telah sukses melakanakan tugas selama enam bulan terakhir," ujar Kapolda.
Sebelum ditarik dan digantikan dengan pasukan yang baru, ratusan pasukan BKO ini dikumpulkan di Pos Komando Sektor Satu Kecamatan Poso Pesisir Utara. Seluruh pasukan Brimob yang ditarik itu diangkut dengan menggunakan puluhan truk dan bus milik polisi melalui darat menuju Palu, Sulawesi Tengah.
Mereka kemudian diberangkatkan menuju Markas Polda Sulawesi Tengah di Palu untuk dilepas secara resmi oleh kepolisian setempat. Selanjutnya, mereka diterbangkan ke markas kesatuan masing-masing pada esok, Selasa (9/8/ 2016) melalui bandara udara Sis Aljufri di Palu.
Seluruh jumlah personel BKO Brimob tersebut ditarik dari empat sektor wilayah Operasi Tinombala 2016 yang meliputi 7 wilayah kecamatan yang tersebar di Kabupaten Poso.
Penarikan pasukan yang digantikan dengan kedatangan BKO baru ini merupakan upaya Satgas Operasi Tinombala 2016 untuk menuntaskan pengejaran sisa 16 DPO jaringan kelompok Santoso.
Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Polisi Rudi Sufahriadi selaku Penanggung Jawab Komando (PJK) Operasi Tinombala 2016 mengatakan, seluruh pasukan Brimob yang ditarik itu merupakan BKO yang telah bertugas selama 6 bulan.
Menurutnya, jumlah yang ditarik disesuaikan dengan kedatangan BKO Brimob pengganti sebelumnya yang telah tiba pada Minggu (7/8/2016) dan telah disebar menempati pos masing –masing.
"Dalam penarikan pasukan ini tidak ada penambahan berapa jumlah yang datang. Begitu juga yang masuk. Yang ditarik ini adalah BKO yang telah sukses melakanakan tugas selama enam bulan terakhir," ujar Kapolda.
Sebelum ditarik dan digantikan dengan pasukan yang baru, ratusan pasukan BKO ini dikumpulkan di Pos Komando Sektor Satu Kecamatan Poso Pesisir Utara. Seluruh pasukan Brimob yang ditarik itu diangkut dengan menggunakan puluhan truk dan bus milik polisi melalui darat menuju Palu, Sulawesi Tengah.
Mereka kemudian diberangkatkan menuju Markas Polda Sulawesi Tengah di Palu untuk dilepas secara resmi oleh kepolisian setempat. Selanjutnya, mereka diterbangkan ke markas kesatuan masing-masing pada esok, Selasa (9/8/ 2016) melalui bandara udara Sis Aljufri di Palu.
No comments:
Post a Comment