Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat melakukan wawancara dengan wartawan, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/8/2016).
JAKARTA, - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, harga daging sapi yang tinggi tidak mutlak bisa diselesaikan hanya dengan impor. Misalnya, saat menjelang Lebaran kemarin, pemerintah membuka keran impor hingga ribuan ton daging sapi. Namun, harga di pasaran masih di atas Rp 100.000 per kilogram.
Darmin menilai hal ini disebabkan adanya usaha tidak sehat yang terjadi di pasar dalam negeri.
"Pasar kita itu kelihatannya gayanya gaya preman," kata Darmin, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/8/2016).
Berdasarkan laporan yang diterima Darmin, banyak daging impor yang ditolak masuk ke pasar. Hal ini khususnya terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
"Orang mau memasukkan barang itu, mereka bisa bilang enggak boleh masuk," imbuh dia.
Darmin mengaku belum tau siapa yang bermain. Namun, dia sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk mengatasi masalah ini. Koordinasi juga sudah dilakukan dengan para aparat hukum.
"Kita sudah bilang juga sama Pak Ahok, coba tolong ditertibkan pasar-pasar itu," ujar dia.
Menurut dia, pasar harusnya dapat memfasilitasi siapa saja pihak yang ingin berdagang dan masyarakat berbelanja. Bukan mengatur barang dagangan yang boleh masuk dan yang tidak.
"Enggak taju siapa ini premannya. Artinya yang saya bilang adalah, membawa barang produk pangan ke suatu pasar, bisa dihalangi enggak bisa masuk. Siapa itu, biar mendag dan gubernurnya lah," kata dia.
No comments:
Post a Comment