Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian
JAKARTA, - Polri berkomitmen turut mendorong peningkatan penerimaan negara.
Hal itu dibahas dalam pertemuan antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala BKPM Thomas Lembong, Ketua KPPU Syarkawi Rauf, dan Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi di Ruang Kerja Kapolri, Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta, Senin (8/8/2016).
"Intinya, kami ingin mendukung kebijakan pemerintah di bidang ekonomi. Kami berusaha mendorong peningkatan penerimaan negara," ujar Tito, seusai pertemuan.
Tito menjelaskan, ada beberapa langkah yang dapat dikerjakan Polri untuk mewujudkan hal itu.
Pertama, Polri bekerja sama dengan aparat bea dan cukai akan memperketat wilayah perbatasan, terutama wilayah perbatasan yang berpotensi terjadinya tindak pidana penyelundupan.
"Artinya di balik itu (penyelundupan) harusnya ada potensi penerimaan negara yang hilang," ujar Tito.
Kedua, Polri sepakat mendukung menciptakan iklim investasi Tanah Air, termasuk memberikan jaminan keamanan bagi calon investor yang akan berinvestasi di Indonesia.
"Kami mengedepankan langkah persuasif kemudian menguntungkan negara di samping langkah penegakan hukum sebagai upaya terakhir," ujar Tito.
"Intinya, kami ingin mendukung kebijakan pemerintah di bidang ekonomi. Kami berusaha mendorong peningkatan penerimaan negara," ujar Tito, seusai pertemuan.
Tito menjelaskan, ada beberapa langkah yang dapat dikerjakan Polri untuk mewujudkan hal itu.
Pertama, Polri bekerja sama dengan aparat bea dan cukai akan memperketat wilayah perbatasan, terutama wilayah perbatasan yang berpotensi terjadinya tindak pidana penyelundupan.
"Artinya di balik itu (penyelundupan) harusnya ada potensi penerimaan negara yang hilang," ujar Tito.
Kedua, Polri sepakat mendukung menciptakan iklim investasi Tanah Air, termasuk memberikan jaminan keamanan bagi calon investor yang akan berinvestasi di Indonesia.
"Kami mengedepankan langkah persuasif kemudian menguntungkan negara di samping langkah penegakan hukum sebagai upaya terakhir," ujar Tito.
No comments:
Post a Comment