Wednesday, 24 August 2016

Ahok: PNS kalau Sudah Eselon I, II, kalau Mau Berhenti, Saya Bersyukur


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok seusai mengajukan gugatan judicial review terhadap Pasal 70 (3) Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada di Mahkamah Konstitusi, Senin (22/8/2016).

JAKARTA, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku senang apabila banyak pejabat eselon I dan II yang mundur. Sebab, dengan begitu, akan ada pejabat muda yang bersempatan naik tingkat. Pernyataan itu dilontarkan Ahok terkait adanya beberapa nama pejabat Pemerintah Provinsi DKI yang digadang-gadang untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017, yakni Sekretaris Daerah Saefullah dan Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Sylviana Murni.
"Justru saya dulu bilangin PNS kalau sudah eselon I-II kalau mau berhenti, saya bersyukur malah. Enggak usah diberhentiin sudah berhenti sendiri. Yang bawah ada kesempatan naik," ujar Ahok di Balai Kota, Rabu (24/8/2016).
Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, Saefullah dan Sylviana termasuk dalam nama calon pendamping bakal calon gubernur Gerindra, Sandiaga Uno.


Satu nama lainnya adalah Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo. Menurut Taufik, sudah ada dua parpol yang bersedia mendukung pencalonan Sandiaga.
Keduanya adalah Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa. Jumlah kursi Gerindra, Demokrat, dan PKB di DPRD DKI telah mencukupi untuk mengusung Sandiaga dengan pasangannya pada Pilkada DKI Jakarta.
"Sudah beres ini satu 'kereta', Gerindra, PKB, dan Demokrat. Ini bocoran nih, kemarin gua baru pertemuan di Hotel Gran Melia dan mereka sepakat," kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (24/8/2016).

No comments:

Post a Comment