Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengantar Presiden Jokowi ke Istana, Rabu (22/10/2014).
JAKARTA, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku pernah berdiskusi dengan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi soal Pilkada DKI 2017.
Namun Basuki alias Ahok memastikan, Jokowi tidak pernah memaksanya
untuk mengambil keputusan, termasuk keputusan untuk memilih jalur partai
politik.
"Aku tuh kenal beliau 4 tahun, beliau enggak pernah memaksa dan ngarahin kamu ikut. Beliau itu selalu cuma kasih gambaran saja. Keputusan tetap di kamu. Itu Pak Jokowi dari dulu," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (8/8/2016).
Hal itu juga berlaku untuk pemilihan calon wakil gubernur. Ahok mengatakan, Jokowi tidak pernah mengatur siapa yang harus menjadi wakil gubernurnya nanti.
Kata Ahok, Jokowi juga tidak pernah memaksanya untuk ikut penjaringan calon gubernur Jakarta yang yang diselenggarakan PDI-P.
"Kalau soal wakil terserah saya yang saya suka," ujar Ahok.
Ahok sebelumnya mengaku bahwa Jokowi memiliki andil dalam pilihannya untuk maju lewat parpol. Dia dan Jokowi berdiskusi mengenai pilihan jalur independen dan perseorangan.
Ahok dan Jokowi berdiskusi bahwa jika dia maju lewat jalur independen, ada 1 juta orang yang mendukung. Sesuai Undang-undang, 1 juta orang tersebut harus ditemui satu per satu pada tahap verifikasi.
"Aku tuh kenal beliau 4 tahun, beliau enggak pernah memaksa dan ngarahin kamu ikut. Beliau itu selalu cuma kasih gambaran saja. Keputusan tetap di kamu. Itu Pak Jokowi dari dulu," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (8/8/2016).
Hal itu juga berlaku untuk pemilihan calon wakil gubernur. Ahok mengatakan, Jokowi tidak pernah mengatur siapa yang harus menjadi wakil gubernurnya nanti.
Kata Ahok, Jokowi juga tidak pernah memaksanya untuk ikut penjaringan calon gubernur Jakarta yang yang diselenggarakan PDI-P.
"Kalau soal wakil terserah saya yang saya suka," ujar Ahok.
Ahok sebelumnya mengaku bahwa Jokowi memiliki andil dalam pilihannya untuk maju lewat parpol. Dia dan Jokowi berdiskusi mengenai pilihan jalur independen dan perseorangan.
Ahok dan Jokowi berdiskusi bahwa jika dia maju lewat jalur independen, ada 1 juta orang yang mendukung. Sesuai Undang-undang, 1 juta orang tersebut harus ditemui satu per satu pada tahap verifikasi.
Jika tidak ditemui seluruhnya, verifikasi akan cacat hukum. Dalam
diskusi dengan Jokowi itu, Ahok mengatakan, pencalonannya juga bisa
disebut cacat jika verifikasinya cacat.
No comments:
Post a Comment