JAKARTA, Promotor konser boyband
asal Korea, EXO’luXion, yang diprotes terkait dengan pelecehan seksual
massal, Mecimapro, memberikan penjelasan melalui sebuah pesan di akun
Facebook Titarubi.
Titarubi merupakan satu dari sekian banyak
orang yang mengeluhkan proses pemeriksaan terhadap penonton di konser
tersebut, yang dinilai sudah kelewat batas.
"Body checking yang
dilakukan, sudah sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan
pemaparan yang dilakukan dengan pihak aparat yang berwenang seminggu
sebelum konser berlangsung. Ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya
ancaman keamanan yang sedang marak belakangan ini," demikian isi pernyataan Mecimapro yang diterima Titarubi.
Pihak
Mecimapro juga meminta maaf dan mengaku telah menegur pihak-pihak yang
menyebabkan ketidaknyamanan dalam proses pemeriksaan terhadap penonton
konser.
Mereka pun berjanji untuk memperbaiki SOP body checking,
membuat pos pengaduan bagi penonton yang merasa keberatan, dan
menyediakan ruang khusus untuk pemeriksaan yang lebih detail terhadap
penonton. Mecimapro juga membuka kesempatan untuk berdialog dengan
mereka.
Meski demikian, sejumlah penonton, mulai dari yang
dewasa sampai anak di bawah umur, sudah memutuskan untuk membawa masalah
ini ke ranah hukum.
Menurut Komisioner Komisi Perlindungan Anak
Indonesia (KPAI) Rita Pranawati, para korban pelecehan seksual sampai
mengalami trauma, terutama anak-anak.
Mereka
yang diperiksa oleh petugas sekuriti perempuan juga mendapat perlakuan
tak menyenangkan dari petugas sekuriti laki-laki saat pemeriksaan
berlangsung.
Upaya hukum para korban akan dibantu oleh LBH APIK.
Para orangtua yang anaknya jadi korban pelecehan seksual saat ini masih
mengumpulkan bukti terkait dan keterangan dari korban lain sebelum
melaporkan hal tersebut ke kepolisian.
Kompas.com masih berupaya untuk menghubungi pihak Mecimapro untuk meminta komentar mereka terkait hal tersebut.
No comments:
Post a Comment