Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kiri) bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan), di Balai Kota, Senin (21/3/2016).
JAKARTA, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyambangi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Balai Kota, Jakarta, Senin (21/3/2016) siang. Pertemuan yang berlangsung 75 menit itu diisi dengan makan siang sambil mengobrol banyak hal.
"Kami meminta DKI Jakarta bisa menjadi percontohan nasional untuk lingkungan yang bersih," kata Tjahjo di Balai Kota seusai bertemu Ahok.
Ia mengatakan, tiap rumah harus memiliki tempat sampah dan selokannya harus bersih. Ahok harus menyediakan kendaraan pengangkut sampah. Petugas Dinas Kebersihan DKI Jakarta akan mengambil sampah tersebut.
Hal yang lain dibahas adalah terkait rencana Kementerian Dalam Negeri untuk mengundang Wali Kota dari seluruh Indonesia.
"Kami akan mendengarkan bagaimana cara penanganan Wali Kota Surabaya dan Gubernur DKI untuk menutup lokalisasi (lokasi prostitusi)," kata Tjahjo.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berhasil menutup lokasi prostitusi di Dolly dan Basuki menutup kawasan prostitusi Kalijodo di Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
Topik ketiga yang dibahas, kata Tjahjo, adalah soal distribusi e-KTP di Jakarta.
"Setidaknya, untuk persiapan pilkada (pemilihan kepala daerah) serentak tahun depan, seluruh penduduk Jakarta yang sudah punya hak memilih, ya ikut memilih. Pemilih sudah punya KTP, produk asli DKI," kata Tjahjo.
No comments:
Post a Comment