Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin (27), di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (7/2/2016)
JAKARTA, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan bahwa pihaknya telah menelusuri rekening Wayan Mirna Salihin.
Berdasarkan hasil penelusuran, Krishna membantah adanya asuransi
Mirna di luar negeri sebesar 5 juta dollar AS. Asuransi itu sempat
disebut dapat diklaim atau masuk ke rekening setelah Mirna meninggal
dunia.
"Sudah kami cek. Tidak ada asuransi seperti yang disampaikan. Katanya, kematiannya Mirna akan diganti 5 juta dollar. Itu sama sekali tidak ada," ucap Krishna, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/3/2016).
Krishna menuturkan, penelusuran rekening itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada uang masuk ke rekening Mirna setelah dirinya meninggal dunia.
"Biasa saja. (Soal) rekening korban, apakah ada keluar masuknya (uang), ada sesuatu yang kita bisa digambarkan dari situ atau tidak. Kalau enggak, ya enggak ada masalah juga," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jumat.
Mirna tewas setelah minum es kopi vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, pada 6 Januari 2016 lalu. Ketika itu, Mirna minum kopi bersama Jessica dan kawan mereka, Hani.
Hasil pemeriksaan laboratorium forensik menunjukkan bahwa kopi yang diminum Mirna mengandung sianida dengan level yang mematikan. Polisi kemudian menetapkan Jessica sebagai tersangka.
"Sudah kami cek. Tidak ada asuransi seperti yang disampaikan. Katanya, kematiannya Mirna akan diganti 5 juta dollar. Itu sama sekali tidak ada," ucap Krishna, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/3/2016).
Krishna menuturkan, penelusuran rekening itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada uang masuk ke rekening Mirna setelah dirinya meninggal dunia.
"Biasa saja. (Soal) rekening korban, apakah ada keluar masuknya (uang), ada sesuatu yang kita bisa digambarkan dari situ atau tidak. Kalau enggak, ya enggak ada masalah juga," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jumat.
Mirna tewas setelah minum es kopi vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, pada 6 Januari 2016 lalu. Ketika itu, Mirna minum kopi bersama Jessica dan kawan mereka, Hani.
Hasil pemeriksaan laboratorium forensik menunjukkan bahwa kopi yang diminum Mirna mengandung sianida dengan level yang mematikan. Polisi kemudian menetapkan Jessica sebagai tersangka.
No comments:
Post a Comment