Wapres Jusuf Kalla (dua kanan) bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri), Menteri PAN RB Yuddy Chrisnandi (dua kiri), Menseskab Pramono Anung (tiga kanan) dan Menko Polhukam Luhut Panjaitan, saat menyambut kedatang Presiden Jokowi di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/2/2016). Presiden beserta delegasi tiba kembali di Tanah Air usai melakukan lawatan ke Amerika Serikat untuk menghadiri KTT ASEAN-AS, berkunjung ke Silicon Valley dan menjadi pembicara utama dalam US-ASEAN Business Council.
JAKARTA, - Anggota Majelis Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq mengaku, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok merupakan sosok ideal untuk memimpin DKI Jakarta. Tak hanya dari sisi elektabilitas di masyarakat, dari tingkat survei popularitas pun Basuki unggul.
"Makanya, kami belajar fenomena Jakarta, sosok Ahok yang ideal buat Jakarta," kata Maman di Kompleks Parlemen, Kamis (17/3/2016).
Setidaknya, dari tiga kriteria calon idaman, Basuki telah memenuhi dua kriteria yang diinginkan PKB, yakni pekerja keras dan mampu melayani masyarakat. Namun, dari sisi sopan santun, PKB menganggap masih kurang.
"Ketiga ini yang Pak Ahok belum bisa penihi, kesantunan publik. Kami tidak ingin nanti generasi yang akan datang mengatakan, boleh dong kita kasar," kata dia.
Ia menambahkan, dalam mengusung calon kepala daerah, PKB tak pernah melihat asal usul calon serta latar belakang agamanya.
Akan tetapi, saat ditanya apakah PKB berniat mengusung Ahok, ia mengatakan, ada mekanisme yang harus dilalui DPP sebelum menyatakan dukungannya.
"Jadi kalau istilah ketum kami itu, Kenapa PKB enggak komunikasi dengan Ahok. Pertanyaannya dibalik, "Kenapa Ahok ke PKB ya?" (tentu) kami dengan lega buka pintu," kata dia.
No comments:
Post a Comment