Presiden SBY dan presiden terpilih Joko Widodo memberikan keterangan pers bersama, seusai pertemuan empat mata, di Laguna Resort and Spa, Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8) malam
JAKARTA, Mantan Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Politik Djohermansyah Johan mengatakan, konflik sesama anggota kabinet tidak hanya terjadi pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Menurut Johan, konflik sesama menteri juga terjadi pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Bahkan, menurut Johan, sesama menteri yang berseteru ketika itu sampai adu fisik.
"Sesama menteri sering terjadi perbedaan pendapat, bahkan sampai kontak fisik. Saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri," kata Johan dalam diskusi Perspektif Indonesia di Menteng, Jakarta, Sabtu (5/3/2016).
Menurut Johan, peristiwa itu terjadi sesaat sebelum SBY memimpin rapat kabinet.
Kedua pihak yang berbeda pendapat merasa sakit hati sehingga terbawa emosi, lalu terjadilah kontak fisik.
Pertikaian antara dua menteri itu berakhir setelah seorang menteri koordinator yang membawahkan keduanya melerai mereka.
Meskipun demikian, menurut Johan, konflik tersebut hanya diketahui oleh kalangan internal kabinet dan Istana.
Konflik itu segera diselesaikan dan tidak ada yang mengungkapkan pertikaian internal kabinet itu ke hadapan publik.
"Konflik karena beda pendapat itu wajar sebenarnya, tetapi dulu berbeda dengan sekarang, konflik tidak terbuka dan tidak sampai ke publik," kata Johan.
Menurut dia, dalam sistem presidensial, konflik di internal kabinet tidak boleh sampai diketahui publik.
Presiden sebagai pemimpin tertinggi sebaiknya segera mengambil inisiatif untuk menyelesaikan konflik tersebut.
"Publik harus tetap melihat bahwa pemerintah itu solid," ujar Johan.
"Publik harus tetap melihat bahwa pemerintah itu solid," ujar Johan.
No comments:
Post a Comment