Monday, 28 March 2016

Masih Fokus Islah, Golkar Bantah Bakal Usung Yusril Saat Pilgub DKI


Ahli hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra menjadi saksi ahli untuk pihak pemohon pasangan Prabowo-Hatta pada sidang sengketa Pilpres 2014 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2014). Ini adalah sidang terakhir sebelum MK kembali menggelar sidang putusan pada 21 Agustus 2014. Kesembilan hakim MK terlebih dahulu akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) secara tertutup selama tiga hari berturut-turut untuk mengambil putusan.

JAKARTA, Partai Golkar membantah sudah ada pembahasan soal dukungan ke Yusril Ihza Mahendra sebagai calon Gubernur DKI Jakarta 2017. Golkar saat ini masih fokus untuk islah melalui Musyawarah Nasional rekonsiliasi dan belum ada pembahasan terkait pemilihan kepala daerah, termasuk di DKI.
"Akan segera dibahas usai Munas 17 Mei 2016 atau selambat-lambatnya 27 Mei 2016," kata Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo saat dihubungi, Senin (28/3/2016).
Bambang khawatir jika dilakukan pembahasan saat ini, maka Golkar yang selama setahun lebih terbelah antara kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono akan sulit untuk fokus dalam pelaksanaan Munas.

Selain itu, dikhawatirkan masih ada dualisme soal siapa yang berhak menentukan calon yang diusung.
Jika pembahasan pilkada dilakukan setelah Munas digelar, maka Golkar sudah mempunyai kepengurusan yang definitif dan tidak akan timbul gejolak.

"Biar nanti ketua umum baru yang memutuskan bersama Ketua DPD I Golkar yang definitif," ujar Bambang.
Yusril sebelumnya percaya diri akan didukung oleh tiga partai besar untuk jadi calon gubernur DKI Jakarta pada pilkada tahun 2017 nanti.
Tiga partai besar tersebut antara lain, Golkar, Gerindra dan PKS.

No comments:

Post a Comment