Ibu Ani Yudhoyono bersama dengan Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan di lapangan Kujon, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (16/3/2014).
JAKARTA, Politisi Partai Demokrat, Marzuki Alie, menilai, wacana untuk mengusung Ani Yudhoyono sebagai calon presiden pada 2019 sah-sah saja.
Dia menilai, istri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu merupakan sosok yang mempunyai kapabilitas untuk memimpin negeri ini.
"Beliau mendampingi SBY selama sepuluh tahun, tentu punya pengalaman khusus, dan beliau cukup cerdas. Beliau jago berpidato, menyampaikan pandangan-pandangannya," kata Marzuki di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/3/2016).
Marzuki mengatakan, semuanya kembali lagi pada kehendak masyarakat. Jika memang masyarakat menghendaki Ani Yudhoyono untuk maju sebagai calon presiden, maka Partai Demokrat layak untuk mengusungnya.
"Kalau masyarakat menghendaki Bu Ani, itulah pilihan masyarakat," kata mantan Ketua DPR RI ini.
Marzuki enggan menduga-duga seberapa besar tingkat keterpilihan Ani saat ini. Namun, menurut dia, masih ada cukup banyak waktu untuk mem-branding Ani menjadi calon presiden yang andal.
"Belanda kan masih jauh. Sekarang ini kan siapa yang menguasai media bisa dengan mudah melakukan pencitraan, apalagi di media sosial juga bisa," ujarnya.
Wacana Ani sebagai bakal capres Demokrat muncul setelah adanya pengakuan dari Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul.
Ruhut mengakui bahwa gambar Ani Yudhoyono sebagai capres Demokrat 2019 yang beredar di media sosial adalah buatan tim DPP Demokrat.
Di foto tersebut, Ani mengenakan baju berwarna biru khas Demokrat dan melambaikan tangan dengan latar belakang bendera Merah Putih.
Foto dilengkapi tulisan "Lanjutkan!" dan juga tagar "#AniYudhoyono2019". Berbeda dengan Ruhut, Ketua Divisi Komunikasi Publik Demokrat Imelda Sari mengatakan, hingga saat ini tidak ada pembahasan soal calon presiden 2019 di internal partainya.
Hingga saat ini, kata dia, pihaknya masih fokus pada konsolidasi di daerah untuk menghadapi pilkada serentak pada 2017.
No comments:
Post a Comment