Sunday, 20 March 2016

Kata Ahok, Pengumpulan KTP oleh "Teman Ahok" Bukan Kegiatan Politik


Sejumlah warga mengisi ulang formulir dan menyerahkan fotokopi KTP mereka untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 lewat jalur independen di booth Teman Ahok di Emporium Pluit Mall, Jakarta Utara, Senin (14/3/2016).

JAKARTA, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan relawan pendukungnya, "Teman Ahok", bukanlah partai politik. Sehingga, menurut dia, mereka dapat menggunakan aset DKI di Kompleks Graha Pejaten untuk mengumpulkan KTP, mengisi formulir dukungan pencalonan dirinya maju melalui jalur independen, distribusi kaos, dan lain-lain.
"Teman Ahok ini bukan parpol lho. Mereka sekumpulan masyarakat yang ingin memberikan (dukungannya ke) saya, yang politik itu saya," kata Basuki, di Balai Kota, Senin (21/3/2016).
Nantinya Teman Ahok tidak ikut mendaftar jalur independen ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI. Nantinya, Basuki dan Heru Budi Hartono sebagai bakal calon wakil gubernur yang akan mendaftar sebagai calon independen ke KPU DKI.
"Jadi Teman Ahok enggak ada salahnya kok. Dia juga bukan PT, cuma sekumpulam orang berkumpul ngumpulin KTP. Kayak orang bikin arisan, salah di mana coba," kata Basuki.

Adapun Sekretariat Teman Ahok sebelumnya menggunakan aset DKI di Kompleks Graha Pejaten, Jakarta Selatan. Kompleks itu dikerjasamakan dengan PD Sarana Jaya. Kemudian PD Sarana Jaya bekerjasama kembali dengan pihak swasta untuk menyewakan lahan tersebut.
Hanya saja, bukan Teman Ahok yang menyewa aset tersebut. Melainkan pemilik Cyrus Network Hasan Nasbi. Lembaga survei itu menyewa lahan tersebut kepada pihak swasta yang telah bekerjasama dengan PD Sarana Jaya.

No comments:

Post a Comment