Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP memeragakan baris berbaris saat peringatan hari jadi ke-66 di alun-alun Kabupaten Pati, Rabu (16/3/016)
PATI, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar Satuan Polisi Pamong Praja dalam bekerja untuk bisa lebih humanis atau manusiawi. Satpol PP tidak boleh menampilkan wajah garang, apalagi yang bernuansa kejam.
"Pendekatannya harus diubah. Harus dengan senyum, salam sapa, mengurangi tensi dengan sikap yang humanis," kata Ganjar di sela menjadi inspektur upacara peringatan Hari Jadi Ke-66 Satpol PP se-Jateng di Alun-alun Pati, Rabu (16/3/2016).
Ganjar mengatakan, sesuai perkembangan zaman, pola pendekatan baru dituntut untuk lebih bersikap humanis. Namun demikian, Satpol juga tetap harus bisa menjaga wibawanya di tengah masyarakat.
Satpol PP dinilai sangat rentan gesekan, kepentingan dan konflik dengan masyarakat. Hal demikian kerap terjadi karena Satpol yang langsung berhubungan dengan rakyat ketika menegakkan amanat Peraturan Daerah.
"Aparat yang ceroboh, tidak sigap akan hilang wibawanya. Harus ada dedikasi, disiplin yang diberikan," tambah pria berusia 47 tahun ini.
"Polantas dalam melakukan sosialisasi tidak 'kejam'. Saya kira Satpol mampu melakukan itu, inovasi bisa dilakukan," kata dia lagi.
Peringatan Hari Jadi Ke-66 Satpol PP se-Jawa Tengah ini digelar di Alun-alun Kabupaten Pati. Peringatan digelar bersama dengan Ulang Tahun Ke-54 Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas).
Ganjar juga mengingatkan, saat ini dengan keterbukaan informasi, citra lembaga menjadi penting. Pelayanan serta informasi terkait citra lembaga tidak bisa dikesampingkan. Kata Ganjar, saat ini citra memandang citra itu sendiri.
"Makanya, kami minta agar kepala daerah bisa menempatkan personel Satpol PP sesuai latar belakang yang dimiliki," kata dia.
Dalam hal pelayanan, Satpol PP diminta mewujudkan standar pelayanan minimal. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu ada sikap dan tindakan nyata dari aparat.
Penegakan sebuah Perda, kata dia, juga memerlukan kedisiplinan tinggi. Mereka diminta menata diri dulu sebelum menertibkan yang lain.
"Dengan begitu akan muncul sebuah pengormatan. No pemerasan, no pungli. Harus ada individu berani menolak pemberian agar menjadi beintegritas," kata dia.
No comments:
Post a Comment