Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso saat acara pemusnahan barang bukti di kantor BNN, Jakarta Timur, Selasa (15/12/2015). BNN memusnahkan 164 kilogram sabu dan 131 butir ekstasi dari pengungkapan lima kasus berbeda.
PATI, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai peran Badan Narkotika Nasional (BNN) di bawah Komjen Budi Waseso menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal tersebut terkait penangkapan Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi atas dugaan penggunaan narkotika.
"Buwas itu 'buas' betul. Dia masuk di semua lini, instingnya tajam, apalagi dulu bekas reserse juga," kata Ganjar di Pati, Rabu (16/3/2016).
Ganjar mengatakan, tes urine bagi kepala daerah adalah suatu kewajiban. Namun jika hendak mengetahui betul atau tidaknya tersangkut narkoba, tes urine saja tidak cukup.
"Saya setuju. Sekarang ada teknologi canggih dari BNN tidak hanya tes urine. Saya ikut geram, karena nilai setitik merusak semuanya," kata dia.
Kejadian kepala daerah yang tertengkap seolah menutup peranan kaum muda untuk berkarya. Bupati yang ditangkap sosok muda, serta mempunyai masa depan yang panjang.
Terkait dengan perintah tes urine diam-diam, Ganjar setuju. Menurut dia, akan lebih baik jika tes urin dilakkan tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya. Namun demikian, mulai sekarang kepada daerah diingatkan betul untuk lebih hati-hati terhadap narkoba. Menggunakan narkoba sama saja merusak etika dan moralitas diri sendiri.
"Jangan diomongi, biar langsung. Kalau sudah jadi kepala daerah memang ruang publiknya terbatas, jadi jangan sekali-kali main ambil resikonya," ujarnya lagi.
Tes kesehatan
Ganjar sendiri meyakini saat kepala daerah lulus tes kesehatan dengan cara curang pasti akan mendapat balasannya. Dengan cara ini, meski dulunya bertindak curang pasti ada pihak lain yang menegurnya.
"Tuhan mengingatkan dengan caranya. Kalau dulu prosesnya dicurigai, sekarang terbongkar. Kalau narkoba sudah jadi perilaku pasti terbongkar," katanya.
"Berada di lingkungan kekuasaan pikirnya seolah melindungi, aman. Saya dukung penuh karena 30 sampai 40 orang mati narkoba, bangsa ini mau jadi apa kalau begitu," tambahnya.
No comments:
Post a Comment