Thursday, 10 March 2016

Donald Trump, "Islam Membenci Kita"


Donald Trump.

WASHINGTON DC, Bakal calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan yang mengejutkan. Dalam satu wawancara khusus dengan CNN, Rabu (9/3/2016), ia mengatakan, "Islam membenci kita".

Trump diwawancara wartawan senior CNN,  Anderson Cooper. Ia mengatakan, kebencian telah identik dengan Islam. "Saya kira Islam membenci kita," ujar Trump.
Menurut Trump, AS harus mewaspadai kedatangan orang-orang Muslim. "Kita harus waspada. Kita harus sangat berhati-hati dan tidak bisa membiarkan orang-orang dengan kebencian terhadap AS masuk ke negara ini," ujar Trump.
Ketika ditanya apakah yang dimaksud Trump adalah Islam berpemahaman radikal, dia menjawab, "Sulit untuk menentukannya. Sangat sulit memisahkannya."

Bakal calon presiden dari Partai Republik Ini sudah sedang melontarkan pernyataan yang memicu kemarahan umat Islam.  Desember lalu, Trump mengatakan, umat Islam agar dilarang masuk AS. Komentar itu terjadi setelah  penembakan oleh pendukung Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di San Bernardino.
Ocehan Trump itu menuai kemarahan dari seluruh dunia, termasuk dari mitra bisnisnya di Timur Tengah. Walau demikian, Trump tetap pada sikapnya yang anti-Islam.

Trump juga mengundang amarah warga Amerika Latin dengan mengatakan imigran Meksiko adalah pemerkosa dan penjahat. Dia juga mengatakan akan membangun pagar pembatas tinggi untuk memisahkan AS dan Meksiko agar imigran ilegal tidak bisa masuk.
Taipan real estate ini pernah mengatakan akan kembali menerapkan metode interogasi dengan penyiksaan, termasuk waterboarding yang telah dilarang di AS. Ia merasa AS perlu menerapkan tindakan yang lebih keras ketimbang waterboarding jika menjadi presiden.
"Saya akan membicarakannya dengan para jenderal. Kita harus bermain lebih keras dibanding sekarang," ujar Trump.

Walau banyak penentangan dan kecaman terhadap Trump, dia memuncaki perhitungan suara dalam pemilihan pendahuluan  dan kaukus Partai Republi. Trump diprediksi akan menghadapi Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

No comments:

Post a Comment