Kepala Bekraf Triawan Munaf
KUDUS, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf meyakini sektor animasi di Indonesia akan tumbuh pesat seiring banyaknya animator muda. Animator bisa dibentuk dari pendidikan animasi di sekolah-sekolah.
"China butuh waktu 10 tahun, Korea butuh 13 tahun untuk membuat karakter sendiri. Di Indonesia ini awal, saya hanya pemantiknya saja," kata Triawan, seusai meresmikan studio animasi di SMK Raden Said Kudus, Jawa Tengah, Senin(7/3/2016).
Untuk menciptakan animator handal, lanjut Triawan, butuh waktu yang relatif lama. Oleh karena itulah, sejak sekarang anak-anak muda dididik untuk mengejar ketertinggalan, serta membuat karakter tersendiri.
"Karakter bisa didapat dari cerita-cerita rakyat," kata dia.
Menurut Triawan, saat ini belum banyak film animasi lokal yang dibuat. Hanya ada beberapa film animasi lokal yang mampu masuk di layar kaca, seperti Adit dan Pakde Jarwo. Karakter yang diciptakan juga sangat kurang.
Kendati demikian, Triawan berharap ada dukungan dari stasiun televisi untuk mau menampung kreasi anak bangsa. Jika TV tidak membantu, animasi akan selalu kalah dengan film animasi dari Hollywood.
"Harus ada keberpihakan dari statiun TV. Kalau tidak ada keperpihakan dengan mengurangi keuntungan sendiri, akan berat. Pokoknya, saya akan terus bujuk itu stasiun televisi agar memberi kesempatan," paparnya.
Industri kreatif
Triawan menambahkan, sektor animasi berdampak besar terhadap perkembangan industri ekonomi kreatif tanah air. Banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari sektor animasi, terutama dari kegiatan bisnis turunannya.
"Sektor animasi turunannya itu luar biasa. Ada games, mainan, suvenir akan terbentuk dengan memanfaatkan animasi," ujarnya.
Animasi menjadi salah satu pilar dari ekonomi kreatif. Dari sektor animasi, banyak orang yang terbantu secara finansial. Selain itu, animasi juga menciptakan satu karakter tertentu. Animasi yang diciptakan juga menjadi kekayaan intelektual yang sepatutnya dilindungi dan dikembangkan.
"Kayak Film Star Wars, ada banyak yang bisa dimanfaatkan, tentunya income tidak hanya dari cerita," ujar ayah Sherina Munaf tersebut.
No comments:
Post a Comment