Kondisi Fe saat ditemukan diikat di tiang rumah oleh keluarganya di Banyuwangi, Jawa Timur.
BANYUWANGI, - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku telah mengunjungi Fe
(13), bocah laki-laki yang diikat telanjang di dalam rumah. Anas
menjanjikan bantuan untuk keluarga bocah malang tersebut.
"Dia kurang kasih sayang dari orangtuanya, apalagi sejak ibunya pindah ke Situbondo pasca-melahirkan," kata Bupati Anas kepada Kompas.com, Sabtu (12/3/2016).
Anas meminta kepada ayah Fe agar mengantarkan anaknya kembali ke
sekolah dan akan memberikan uang sebesar Rp 20.000 untuk mengganti
pendapatan ayahnya yang bekerja mencari rumput.
"Penghasilan ayahnya kan sehari Rp 10.000, jadi saya ganti Rp 20.000, tapi ayahnya wajib mengantarkannya. Bisa saja saya suruh Satpol PP, tapi kan cintanya itu beda," jelasnya.
Anas juga berkoordinasi dengan kecamatan setempat untuk segera memperbaiki rumah keluarga Fe yang rusak karena ditendang oleh Fe agar mereka bisa hidup lebih nyaman.
Ia juga telah menginstruksikan agar perangkat desa segera melaporkan jika ada masalah sosial yang ada di sekitarnya.
"Dari laporan RT, mereka baru mengetahui kejadian tersebut sekitar seminggu yang lalu. Saya berharap perangkat desa lebih tanggap dengan lingkungan sekitarnya," kata Anas.
Saat ini Fe tinggal bersama dengan neneknya, Muiyah (80), beserta Miskari (55), ayahnya kandungnya yang sehari hari menjadi buruh serabutan.
Sejak 3 bulan terakhir, Fe diikat di tiang rumah karena sering memukul neneknya dan sering membuat keributan di rumahnya.
Fe adalah anak pertama pasangan Miskari dan Riskiyah di Kampung Baru RT 01/RW 03, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.
"Penghasilan ayahnya kan sehari Rp 10.000, jadi saya ganti Rp 20.000, tapi ayahnya wajib mengantarkannya. Bisa saja saya suruh Satpol PP, tapi kan cintanya itu beda," jelasnya.
Anas juga berkoordinasi dengan kecamatan setempat untuk segera memperbaiki rumah keluarga Fe yang rusak karena ditendang oleh Fe agar mereka bisa hidup lebih nyaman.
Ia juga telah menginstruksikan agar perangkat desa segera melaporkan jika ada masalah sosial yang ada di sekitarnya.
"Dari laporan RT, mereka baru mengetahui kejadian tersebut sekitar seminggu yang lalu. Saya berharap perangkat desa lebih tanggap dengan lingkungan sekitarnya," kata Anas.
Saat ini Fe tinggal bersama dengan neneknya, Muiyah (80), beserta Miskari (55), ayahnya kandungnya yang sehari hari menjadi buruh serabutan.
Sejak 3 bulan terakhir, Fe diikat di tiang rumah karena sering memukul neneknya dan sering membuat keributan di rumahnya.
Fe adalah anak pertama pasangan Miskari dan Riskiyah di Kampung Baru RT 01/RW 03, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.
No comments:
Post a Comment