Wednesday, 17 February 2016

Merasa Diperlakukan seperti "Laler", Warga Kalijodo Menuntut Dialog


Sejumlah warga Kalijodo dari RT 04/05 Kelurahan Pejagalan saat ditemui di tempat tinggalnya, Kamis (18/2/2016). Warga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan sosialisasi sebelum menggusur tempat tinggal mereka. Menurut warga, selama ini belum pernah ada sosialisasi langsung kepada mereka.

JAKARTA,  Warga Kalijodo dari RT 04 RW 05 Kelurahan Pejagalan menyatakan, mereka sebenarnya setuju direlokasi ke rumah susun sewa sederhana.

Hanya saja, mereka tidak senang dengan cara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tidak pernah melakukan sosialisasi.

Salah seorang warga, Sri Verawati (54), menyatakan, sampai sejauh ini tidak pernah ada sosialisasi dalam bentuk dialog dari pejabat setempat.

Sebab, yang ada hanya kedatangan puluhan aparat bersenjata yang langsung menempelkan selebaran-selebaran terkait rencana penggusuran pada Minggu (14/2/2016).

"Ujug-ujug tentara datang. Kami ini manusia, bukan laler! Kalau laler diusir gitu aja tinggal pergi. Kalau manusia tidak bisa diperlalukan kayak gitu! Ajak kami ngomong, kasih waktu," kata Sri dengan nada tinggi saat ditemui, Kamis (18/2/2016).

Warga yang lain, Erna (38), menyatakan, sampai sejauh ini warga mengetahui adanya rencana penggusuran melalui pemberitaan.

Hal yang mereka ketahui, penggusuran dilakukan pasca-terjadinya kecelakaan maut di Jalan Daan Mogot yang diakibatkan salah seorang pengunjung kafe di Kalijodo pada 8 Februari lalu.

"Masa hanya gara-gara kecelakaan, kita langsung main diusir gitu aja," ujar dia.

Sementara itu, Nova (45) menyatakan, akibat tidak adanya sosialisasi, mereka tidak pernah mengetahui akan dipindahkan ke mana.

"Katanya mau ke Rusun Marunda. Saya dengar kemarin warga Rusun Marunda enggak mau terima kami," kata Nova.

No comments:

Post a Comment