Wednesday, 6 April 2016

Sekda Ogan Ilir Bantah 8 Pejabat Pakai Narkoba meski Hasil Tes Urine Positif

INDRALAYA,  Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan Herman membantah informasi bahwa delapan pejabat Pemkab Ogan Ilir, yang gagal lolos tes urine dua hari lalu, adalah pengguna narkoba.
Menurut Herman, para pejabat yang hasil tes urinenya dinyatakan positif mengandung narkoba itu mengonsumsi obat yang mengandung zat amphetamine sebelum tes dilakukan. Zat itu sama dengan kandungan dalam salah satu jenis narkoba.
"Sebelum tes, mereka mengonsumsi obat dan ada yang habis operasi penyakitnya," kata Herman.
Herman tidak menjelaskan sakit yang diderita oleh kedelapan pejabat tersebut. Riwayat penyakit itu sudah ditulis dalam formulir tes.
Pada Senin (4/4/2016) lalu, sejumlah pejabat Pemkab Ogan Ilir, baik dari eselon 2 maupun 3, terindikasi positif narkoba setelah menjalani tes urine yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional Ogan Ilir.
Tes yang dilakukan secara mendadak itu sempat membuat para pejabat pemkab, baik dari unsur muspida hingga camat, kaget dan tidak sempat mempersiapkan diri.
Pintu ruang rapat yang menjadi lokasi tes bahkan dijaga oleh petugas satuan polisi pamong praja agar tidak ada pejabat yang keluar dan kabur saat dlakukan tes.
Dari hasil tes terhadap 74 pejabat itu, delapan orang di antaranya dinyatakan memiliki urine yang mengandung narkoba.

Herman mengatakan, tidak perlu lagi ada tes darah atau rambut terhadap para pejabat tersebut karena mereka bukan pengguna narkoba.
Pelaksana tugas Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam berjanji akan memecat pejabatnya yang terbukti mengonsumsi narkoba.
Belum lama ini, Bupati Ogan Ilir Ahmad Wasir Nofialdi ditangkap oleh BNN karena terbukti mengonsumsi sabu-sabu di rumahnya. Ia dinyatakan sebagai tersangka dan diberhentikan dari jabatannya.

No comments:

Post a Comment