Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD DKI Fajar Sidik.
JAKARTA, Sekretaris Fraksi Partai Gerindra, Fajar Sidik, mengatakan sempat adanya tekanan kepada anggota DPRD DKI untuk menyetujui dua rancangan peraturan daerah terkait reklamasi. Menurut dia, tekanan itu berasal dari berbagai fraksi di DPRD. "Pernah ada dari fraksi-fraksi, tekanan lah dari atas untuk menyetujui itu," ujar Fajar, yang juga merupakan adik almarhum Ustasz Jefry Albukhori di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Kamis (14/4/2016).
Meskipun demikian, Fajar tidak menyebutkan fraksi mana yang melancarkan tekanan tersebut.
Fajar juga tidak menjelaskan lebih jauh mengenai tekanan dari atas yang disebutkannya itu.
Ia juga menyampaikan bahwa masing-masing anggota DPRD memiliki hak berpendapat yang melekat.
Dengan demikian, menurut dia, anggota DPRD tidak bisa begitu saja diatur fraksi. Namun, lanjut Fajar, hak masing-masing anggota DPRD tersebut tidak bisa memengaruhi kesepakatan fraksi.
Jika fraksi memilih untuk mendukung seseorang, maka mereka yang semula menolak, harus ikut mendukung.
"Kalau sudah di fraksi, kita makmuman saja mengikuti keputusan," ujar dia.
DPRD DKI Jakarta telah memutuskan untuk menghentikan pembahasan dua raperda terkait reklamasi.
Penghentian pembahasan diputuskan setelah kasus dugaan suap yang menjerat Ketua Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi mencuat.
Dalam kasus ini, Sanusi disangka menerima suap terkait pembahasan raperda reklamasi. "Jadi sekarang sudah cair semua, sudah sepakat stop raperda," ujar Fajar.
No comments:
Post a Comment