GOWA, Seorang mahasiswa semester dua Jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Syariah,
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar tewas setelah tergilas
truk di Jalan Abdul Kadir Daeng Suro, Kelurahan Samata, Kecamatan
Sombaopu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Peristiwa yang menimpa mahasiswa asal Bima, Nusa Tenggara Barat bernama Muhammad Haris (21) ini terjadi Kamis (2/6/2016) sekitar pukul 10.30 Wita. Korban pulang kuliah dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion bernomor polisi DD 3066 UN dari arah selatan ke barat. Saat hendak menyalip minibus, korban terjatuh. Di saat yang sama sebuah truk dari arah utara langsung melindas korban hingga mengakibatkan korban tewas di tempat kejadian perkara (TKP) dengan kondisi kepala retak.
"Mau melambung mobil tapi jatuh terus langsung diinjak mobil truk," kata Muh. Heri, anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas di SD Negeri Balang-balang.
Sementara supir truk langsung kabur meninggalkan korbannya. Puluhan rekan korban yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf Sungguminasa menggunakan mobil ambulance milik UIN Alauddin Makassar.
Puluhan rekan korban yang memenuhi ruang jenzah rumah sakit hanya bisa menangis histeris. Korban selama ini dikenal sebagai pribadi yang baik dan sering membantu rekannya
"Saya barusan tadi sama-sama di kampus tapi buru-buru mau pulang setelah kuliah," kata Sriwahyuni, rekan korban.
Pihak kepolisian sendiri yang tiba di lokasi langsung menggelar olah TKP dan mengamankan sepeda motor korban. Sementara supir truk masih dalam pengejaran.
"Truknya sudah berhasil kami amankan namun supirnya melarikan diri. korban sendiri sudah dievakuasi ke rumah kerabatnya untuk disemayamkan," ucap Aiptu Denny Eko, Kepala Unit (Kanit) Lantas Polres Gowa.
Jenazah korban rencananya akan dimakamkan di Makassar dan tidak diterbangkan ke kampung halamannya.
"Saya sudah telepon mamanya katanya tidak usah diterbangkan ke sana karena tidak cukup uang jadi terpaksa dikuburkan di sini," kata Ratu, bibi korban.
Peristiwa yang menimpa mahasiswa asal Bima, Nusa Tenggara Barat bernama Muhammad Haris (21) ini terjadi Kamis (2/6/2016) sekitar pukul 10.30 Wita. Korban pulang kuliah dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion bernomor polisi DD 3066 UN dari arah selatan ke barat. Saat hendak menyalip minibus, korban terjatuh. Di saat yang sama sebuah truk dari arah utara langsung melindas korban hingga mengakibatkan korban tewas di tempat kejadian perkara (TKP) dengan kondisi kepala retak.
"Mau melambung mobil tapi jatuh terus langsung diinjak mobil truk," kata Muh. Heri, anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas di SD Negeri Balang-balang.
Sementara supir truk langsung kabur meninggalkan korbannya. Puluhan rekan korban yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf Sungguminasa menggunakan mobil ambulance milik UIN Alauddin Makassar.
Puluhan rekan korban yang memenuhi ruang jenzah rumah sakit hanya bisa menangis histeris. Korban selama ini dikenal sebagai pribadi yang baik dan sering membantu rekannya
"Saya barusan tadi sama-sama di kampus tapi buru-buru mau pulang setelah kuliah," kata Sriwahyuni, rekan korban.
Pihak kepolisian sendiri yang tiba di lokasi langsung menggelar olah TKP dan mengamankan sepeda motor korban. Sementara supir truk masih dalam pengejaran.
"Truknya sudah berhasil kami amankan namun supirnya melarikan diri. korban sendiri sudah dievakuasi ke rumah kerabatnya untuk disemayamkan," ucap Aiptu Denny Eko, Kepala Unit (Kanit) Lantas Polres Gowa.
Jenazah korban rencananya akan dimakamkan di Makassar dan tidak diterbangkan ke kampung halamannya.
"Saya sudah telepon mamanya katanya tidak usah diterbangkan ke sana karena tidak cukup uang jadi terpaksa dikuburkan di sini," kata Ratu, bibi korban.
No comments:
Post a Comment