Wednesday, 18 May 2016

Tak Bisa Tunjukkan Dokumen, 15 Pasang Pria-Wanita Diamankan dari Hotel Sekitar Borobudur

MAGELANG, Sedikitnya 15 pasang pria-wanita tanpa status resmi terjaring razia tim gabungan di sejumlah hotel kelas melati di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (18/5/2016).
Saat diperiksa, mereka tidak dapat menunjukkan identitas ataupun dokumen resmi sebagai sepasang suami-istri. Salah seorang pria kemudian kabur saat hendak diperiksa petugas.
Ia pergi meninggalkan pasangannya dengan mengendarai sepeda motor. "Iya, ada salah satu pria yang kabur. Kami belum sempat memeriksanya," ujar Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Magelang Sugihartono seusai razia, Rabu siang.
Dia menjelaskan bahwa razia yang melibatkan tim gabungan Satpol PP, Polri, dan TNI itu digelar dalam rangka cipta kondisi menjelang perayaan Tri Suci Waisak 2560 BE/2016 di Candi Borobudur, Magelang.
"Sebanyak 15 pasang pria-wanita itu diketahui sedang berada di kamar di empat hotel, yakni hotel FML, hotel PTR, hotel RST, dan hotel LMT. Mereka tidak dapat menunjukkan surat resmi sebagai sepasang suami-istri," katanya.
Mereka langsung didata lalu diberi pembinaan petugas serta diminta untuk menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama. Menurut dia, sebagian besar dari mereka yang terjaring adalah warga sekitar Borobudur, Bandongan, Tempuran, dan Jakarta.
"Kalau berdasarkan data yang kami miliki, mereka wajah-wajah baru yang belum pernah terjaring razia. Usia mereka 19-45 tahun," kata dia.
Sugihartono mengemukakan, dalam razia itu, petugas juga memeriksa benda-benda yang berpotensi digunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan, seperti senjata tajam, bahan peledak, dan minuman keras. Namun, petugas tidak menemukan benda-benda yang dimaksud.
Pada waktu bersamaan, aparat kepolisian juga melakukan razia kendaraan di ruas jalan menuju Candi Mendut dan Candi Borobudur. Razia itu dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi aksi kriminal ataupun tindakan yang dimungkinan dapat mengganggu jalannya perayaan hari raya Waisak umat Buddha.
"Kami ingin memastikan perayaan Waisak 2016 yang dipusatkan di Candi Mendut dan Candi Borobudur berjalan aman dan kondusif. Kami minta masyarakat juga ikut berpartisipasi menjaga keamanan," kata Kepala Bagian Ops Polres Magelang AKP Ngadisa.

No comments:

Post a Comment