Aksi pembakaran bendera PKI di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (27/4/2016)
JAKARTA, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar, menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan perlu penegakan hukum atas komunisme.
Menurut Haris, pernyataan ini bisa dijadikan alat pembenar bagi siapa
pun di daerah atau di lapangan untuk saling tuduh dan berujung konflik
atau kekerasan.
"Atas nama komunisme, seseorang atau kelompok tertentu bisa melakukan main hakim sendiri," ujar Haris melalui keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Kamis (12/5/2016).
Lebih lanjut, Haris menuturkan bahwa maraknya operasi anti-komunisme atau anti-PKI merupakan rekayasa dan tindakan yang berlebihan. Operasi ini, kata dia, terjadi akibat kegamangan pemerintahan Joko Widodo dalam menyelesaikan pelanggaran HAM berat.
"Atas nama komunisme, seseorang atau kelompok tertentu bisa melakukan main hakim sendiri," ujar Haris melalui keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Kamis (12/5/2016).
Lebih lanjut, Haris menuturkan bahwa maraknya operasi anti-komunisme atau anti-PKI merupakan rekayasa dan tindakan yang berlebihan. Operasi ini, kata dia, terjadi akibat kegamangan pemerintahan Joko Widodo dalam menyelesaikan pelanggaran HAM berat.
Menurut Haris, tujuan dari operasi yang marak pada bulan Mei ini
adalah untuk menolak rencana pengungkapan kejahatan politik Orde Baru
yang militeristis, terutama pasca-menguatnya upaya identifikasi kuburan
massal.
Yang kedua, tujuan dari langkah ini adalah membungkam gerakan
kelompok kritis di kalangan masyarakat yang makin menguat untuk
membongkar berbagai kejahatan negara, baik pada masa lalu maupun yang
kini sedang terjadi, seperti menuduh upaya advokasi tolak reklamasi
sebagai komunis, dan teror terhadap penerbit buku di Yogyakarta.
Semua operasi ini, tutur Haris, adalah bentuk ketakutan dari mereka
yang diuntungkan oleh praktik korupsi dan militeristis Orde Baru.
"Kepentingan mereka sedang terganggu oleh kemajuan dan perubahan
zaman. Presiden harus hentikan operasi-operasi seperti ini. Jika tidak,
maka ke depan kita masih akan disuguhi drama anti-komunisme," kata dia.
No comments:
Post a Comment