Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tiba di kantor KPK, Jakarta, untuk diperiksa penyidik, Selasa (10/5/2016). Ahok akan diperiksa sebagai saksi terkait dugaan suap anggota DPRD DKI Jakarta terkait proyek reklamasi di Pantai Utara Jakarta.
JAKARTA, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki penyidik lembaga itu yang membocorkan hasil penyidikan ke media.
Pernyataan itu disampaikan Ahok untuk menanggapi pemberitaan di salah
satu media yang menyebut ada barter dana penggusuran dan proyek
Pemerintah Provinsi DKI dengan penurunan kontribusi pengembang proyek
reklamasi. Barter itu melibatkan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)
dengan Pemprov DKI.
"Saya akan gugat, lu dapat darimana tulisan ini. Karena ini penggirangan opini yang bagi saya, ini bajingannya luar biasa. Saya enggak tahu siapa yang bikin ini," ujar Ahok di Balai Kota, Jumat (13/5/2016).
Pemberitaan itu menyebut adanya barter dana penggusuran Kalijodo dengan penurunan kontribusi pengembang proyek reklamasi. Informasi itu dikatakan bersumber dari salah seorang penyidik di KPK.
"Saya akan gugat, lu dapat darimana tulisan ini. Karena ini penggirangan opini yang bagi saya, ini bajingannya luar biasa. Saya enggak tahu siapa yang bikin ini," ujar Ahok di Balai Kota, Jumat (13/5/2016).
Pemberitaan itu menyebut adanya barter dana penggusuran Kalijodo dengan penurunan kontribusi pengembang proyek reklamasi. Informasi itu dikatakan bersumber dari salah seorang penyidik di KPK.
Ahok menilai, penyidik seharusnya tidak boleh membocorkan hasil
penyidikan ke publik. Ia kemudian menyinggung kasus yang pernah menjerat
Ketua KPK era sebelumnya yang pernah membocorkan hasil penyidikan ke
publik.
"Kan di berita ditulis dari penyidik, informan di KPK, ditulis sama Tempo. Berarti Tempo punya informan di KPK. Tapi aku enggak tahu, penyidik enggak ngeluarin
kertas ini lho ke aku? Berarti ini siapa yang fitnah? Kamu ingat enggak
Abraham Samad kenapa dipecat? Karena membocorkan BAP (berita acara
pemeriksaan), sprindik. Kok Tempo bisa dapat ini?" kata dia.
No comments:
Post a Comment