Tuesday, 17 May 2016

Ahok Heran Tak Ada Aktivis Protes Reklamasi Ciliwung


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menyusuri Sungai Ciliwung didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum Teuku Iskandar dan Kepala Staf Kodam Jaya Brigadir Jenderal Ibnu Widodo, Rabu (18/5/2016). Penyusuran sungai dilakukan untuk mengecek perkembangan normalisasi Sungai Ciliwung.

JAKARTA,  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyindir para aktivisi yang disebutnya tidak pernah mempermasalahkan keberadaan permukiman kumuh di bantaran Sungai Ciliwung. Menurut Ahok, permukiman kumuh yang ada di bantaran Sungai Ciliwung merupakan salah satu bentuk reklamasi. Karena keberadaannya menyebabkan menyempitnya lebar sungai.
Pernyataan itu dilontarkan Ahok usai menyusuri aliran Sungai Ciliwung, Rabu (18/5/2016).
Aliran Ciliwung yang ia susuri adalah aliran dari Condet, Pasar Rebo hingga Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara. Ia menghabiskan waktu tempuh mencapai sekitar 2 jam perjalanan.
"Di mana suara aktivis ketika melihat Ciliwung direklamasi? Masih tidak ada komentar. Kalian lihat enggak tadi, hampir seluruh Ciliwung itu direklamasi dengan tanah, dengan kayu, dengan sampah," kata Ahok di Kampung Pulo.
Saat penyusuran Sungai Ciliwung, memang didapati masih banyak permukiman kumuh yang berdiri di bantaran sungai.
Setelah melihat kondisi permukiman warga itu, Ahok menyatakan semakin yakin untuk memindahkan warga ke rumah susun. Ia yakin mayoritas warga akan setuju.
Kalaupun ada yang menolak, Ahok menuding mereka sebagai warga yang selama ini memiliki usaha hunian kontrakan di bantaran sungai.
"Mereka membuat rumah-runah untuk disewakan. Jadi yang suka protes kami adalah orang-orang yang suka menyewakan," ujar Ahok.

No comments:

Post a Comment