"Kita (Polri) sudah meminta kepada FBI, koordinasi secara informal
sudah kita lakukan. Saat ini, memang kita masih menunggu hasil dari FBI
yang koordinasi dengan server Facebook," kata Hery di Denpasar, Bali,
Selasa (5/4/2016).
Menurut Hery, kerja sama Polri dengan badan investigasi utama di Amerika Serikat ini untuk meminta Facebook yang bermarkas di AS bantu menelusuri siapa yang membuat akun palsu Pastika. Kini, pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari FBI.
"Sampai saat ini, belum ada perkembangannya. Kita masih menunggu perkembangannya," katanya.
Hery juga menjelaskan bahwa menurut informasi dari FBI di Amerika bahwa Facebook memprioritaskan terlebih dahulu kasus terorisme dan pornografi. Namun, Polri sudah meminta kepada FBI dengan penjelasan bahwa kasus yang menyangkut SARA juga mengkhawatirkan dan perlu dipertimbangkan lebih cepat lagi untuk mencegah terjadinya konflik di Bali.
Akun Facebook Gubernur Pastika dipalsukan seseorang pada Jumat, 11 Maret 2016. Kasus ini langsung dilaporkan ke Polda Bali yang diwakili oleh Humas Pemprov Bali.
Ada beberapa tulisan yang dinilai SARA terkait perayaan Nyepi. Tulisan lainnya salah satunya adalah, "Reklamasi akan tetap berjalan karena sudah saya setujui dan uang gratifikasi sudah saya terima 500 miliar lumayan untuk pensiun".
Menurut Hery, kerja sama Polri dengan badan investigasi utama di Amerika Serikat ini untuk meminta Facebook yang bermarkas di AS bantu menelusuri siapa yang membuat akun palsu Pastika. Kini, pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari FBI.
"Sampai saat ini, belum ada perkembangannya. Kita masih menunggu perkembangannya," katanya.
Hery juga menjelaskan bahwa menurut informasi dari FBI di Amerika bahwa Facebook memprioritaskan terlebih dahulu kasus terorisme dan pornografi. Namun, Polri sudah meminta kepada FBI dengan penjelasan bahwa kasus yang menyangkut SARA juga mengkhawatirkan dan perlu dipertimbangkan lebih cepat lagi untuk mencegah terjadinya konflik di Bali.
Akun Facebook Gubernur Pastika dipalsukan seseorang pada Jumat, 11 Maret 2016. Kasus ini langsung dilaporkan ke Polda Bali yang diwakili oleh Humas Pemprov Bali.
Ada beberapa tulisan yang dinilai SARA terkait perayaan Nyepi. Tulisan lainnya salah satunya adalah, "Reklamasi akan tetap berjalan karena sudah saya setujui dan uang gratifikasi sudah saya terima 500 miliar lumayan untuk pensiun".
No comments:
Post a Comment