Thursday, 7 April 2016

Setelah Daftar Penjaringan Cagub PDI-P, "Wanita Emas" Daftar ke Demokrat


Bakal calon gubernur DKI Hasnaeni Mischa Moein atau yang lebih dikenal dengan sebutan Wanita Emas saat menunjukkan formulir pendaftaran cagub DKI dari PDI-P bersama Bendahara DPD PDI-P DKI Jakarta Adi Wijaya, di Kantor DPD PDI-P DKI Jakarta, Jumat (8/4/2016). Hasnaeni mengambil formulir pendaftaran cagub PDI-P untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

JAKARTA, Kader Partai Demokrat Hasnaeni Moein mengambil formulir pendaftaran bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Padahal di Partai Demokrat, Hasnaeni tercatat sebagai pengurus harian Dewan Pimpinan Pusat.
Lantas, apa alasan Hasnaeni memilih ikut pencalonan gubernur melalui PDI-P?
"Karena Demokrat kursinya enggak cukup (di DPRD DKI untuk mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur)," kata Hasnaeni, di kantor DPD PDI-P DKI Jakarta, Jumat (8/4/2016).


Partai Demokrat saat ini memiliki sebanyak 10 kursi di DPRD DKI Jakarta. Syarat minimal parpol dapat mengajukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur adalah 22 kursi. Sementara itu, PDI-P memiliki 28 kursi di DPRD DKI Jakarta.
"Alasan saya memilih PDI-P, karena sekarang PDI-P juga satu-satunya partai yang bisa mengusung sendiri calon gubernurnya. Jadi PDI-P tidak perlu berkoalisi (dengan partai lain), tetapi tidak menutup kemungkinan PDI-P akan berkoalisi dengan beberapa partai ke depan," kata Hasnaeni yang dikenal dengan julukan "Wanita Emas" itu.
Meskipun demikian, Hasnaeni tetap ikut pencalonan gubernur di internal partainya.
Pukul 14.00 nanti, Hasnaeni berencana mengambil formulir pendaftaran cagub DKI dari Partai Demokrat.
Hasnaeni yakin ada peluang bagi PDI-P dan Demokrat berkoalisi untuk mengusungnya pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
"Ada empat partai ah yang sekarang insentif (berkomunikasi). Tidak menutup kemungkinan PDI-P dan Demokrat berkoalisi, karena tidak menindas rakyat kecil," kata Hasnaeni.

No comments:

Post a Comment