Thursday, 7 April 2016

AKBP Untung Sangaji Kecewa pada Kapolri

 
RAHMAT RAHMAN PATTY AKBP Untung Sangadi, saat diwawancarai wartawan terkait pencalonannya untuk maju di Pilkada SBB, Maluku Selasa (5/4/2016)

JAKARTA,  AKBP Untung Sangaji yang terkenal karena aksinya melawan teroris di Sarinah, Jakarta, mengungkapkan kekecewaannya pada Kepala Polri Jenderal Pol Badrodin Haiti. Penghargaan dari Kapolri memang dia dapatkan. Namun, ia mengaku kecewa tidak mendapat kenaikan pangkat atau jabatan di Kepolisian.
"Kalau kecewa, pasti kecewa. Masa harus bohong. Orang bisa naik pangkat dari hasil kerja kita. Promosi sekolah, promosi job, kita enggak ada sama sekali," ujar Untung saat dihubungi, Jumat (8/4/2016).
Bahkan, pimpinan Untung di satuan Poloairud pun tidak naik jabatan juga. Ia merasa, apa yang dia lakukan saat melawan kelompok teroris tersebut tidak dipandang apa-apa oleh Badrodin.

Ia mengatakan, mau marah pun percuma, tak berpengaruh apapun pada kariernya. Untung merasa memang bukan rejekinya.
Untung sudah menjadi perwira menengah di Satuan Poloairud selama tiga tahun. Ia mulai jenuh berada di posisi saat ini dan ingin berkembang.
Semestinya, kata dia, tindakannya melumpuhkan teroris membuat kariernya menjadi lebih baik.

"Padahal keahlihan kita, mereka sudah lihat. Sudah lama kita lakukan yang terbaik," kata Untung.
Namun, Untung membantah kekecewaannya pada Badrodin merupakan alasan utama dirinya ingin maju sebagai calon Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku.

Sejak dulu, ia mengaku sudah berniat membangun desanya, tetapi terhalang kesibukan di Kepolisian. Saat ini, tugasnya sebagai instruktur pun sudah tidak begitu berat sehingga bisa melepaskan pekerjaannya.
Meski begitu, Untung baru sekadar mengutarakan niat "nyalon" ke pimpinannya, belum meminta restu.
"Kalau tidak dipakai lagi di Jakarta, kan ada banyak orang lebih bagus dari saya juga. Kalau saya tidak digunakan secara optimal, saya akan minta ijin bangun desa," kata Untung.
Kepada satuannya, Untung juga sudah mengutarakan niatnya. Namun, beberapa dari mereka masih belum merelakan dia keluar. Terlebih lagi bawahannya yang selama ini dia didik.

Menurut Untung, mungkin dirinya masih  dibutuhkan mereka. Namun, dia sudah tidak nyaman dengan kariernya yang statis.
"Tapi abang kan juga hidup punya pilihan. Abang cuma pamen aja, pamen terus dari dulu, kan enggak baik juga," kata dia.

No comments:

Post a Comment