Monday, 4 April 2016

Ahok: "Three in One" Tak Kurangi Kemacetan karena Orang Pakai Joki


Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di sela-sela pertunjukan konser DARR 2: Bikin Konser di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Sabtu (2/4/2016). Di Atas Rata-rata generasi dua (DARR 2) dilengkapi dengan enam tema tata panggung, dari negeri dongeng, melayu, hingga jazz.

JAKARTA, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menilai, penerapan three in one di Jakarta tidak mengurangi kemacetan.
Sebab, menurut dia, banyak pengguna kendaraan yang memakai jasa joki sehingga aman melintas ketika three in one diberlakukan.
"Kami menduga, three in one ini sebenarnya tidak ada pengaruh karena orang-orang juga pakai joki," kata dia di Balai Kota, Senin (4/4/2016).
Oleh karena itu, Ahok menilai, volume kendaraan di Jakarta ketika uji coba penghapusan three in one akan sama dengan ketika sistem itu diberlakukan.
 
Ahok juga mengaku sudah lama ingin menghapus three in one. Mulanya, Ahok ingin penghapusan three in one berbarengan dengan penerapan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP). Namun, rencana itu berubah setelah polisi mengungkapkan adanya bayi yang dimanfaatkan joki three in one. Bayi-bayi itu diberi obat penenang agar tidak rewel.
Ahok pun memutuskan untuk segera menghapus three in one tanpa menunggu penerapan ERP.
"Korban anak ini terlalu banyak yang dikasih obat tidur dan dibius. Bisa bahaya, bisa rusak otaknya bayi," ujar Ahok.
Peraturan three in one berisi larangan bagi kendaraan pribadi beroda empat berpenumpang kurang dari tiga orang melintas di jalan-jalan tertentu di Jakarta.
Peraturan itu berlaku di jalan-jalan protokol, yaitu di Jalan Sudirman, MH Thmarin, dan Gatot Subroto setiap hari Senin-Jumat pada pukul 07.00-10.00 dan pukul 16.30-19.00.
 
Meski bertujuan melarang kendaraan pribadi beroda empat dengan penumpang kurang dari tiga orang melintas, pada praktiknya, banyak joki three in one di pinggir jalan yang menawarkan jasanya.

No comments:

Post a Comment