BOJONEGORO, Semburan lumpur di Desa Jari, Kecamatan Gondang, Kabupaten
Bojonegoro, Jawa Timur, yang semula satu liter per detik mengecil
menjadi 0,5 liter per detik sejak Senin (11/4/2016).
Kepala Seksi Ketenteraman Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat Kecamatan Gondang, Bojonegoro Eko Wage di Bojonegoro, Selasa (12/4/2016) mengatakan, besarnya debit semburan menjadi 0,5 liter per detik, diketahui berdasarkan perhitungan Tim Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Tim Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang terdiri dari Dinas ESDM dan Badan Lingkungan Hidup (BLH), katanya, telah meninjau lokasi sehari lalu, sekaligus menghitung debit semburan lumpur bercampur air.
"Perhitungan debit semburan dilakukan Senin (11/4/2016) sore hari. Dinas ESDM dan BLH Jawa Timur juga memberikan gambaran bahwa semburan lumpur bercampur air di Jari, akan hilang sendiri," jelas dia.
Hal itu, katanya, juga berdasarkan kejadian serupa yang pernah terjadi di Nganjuk, berupa semburan lumpur bercampur air, yang juga kemudian menghilang.
Meski demikian, katanya, semburan lumpur bercampur air yang ada di lokasi perlu diatur langsung masuk ke sungai di desa setempat, agar tidak melebar ke areal pertanian di kawasan hutan di sekitarnya.
"Kalau alirannya diluruskan akan langsung masuk sungai," tandasnya.
Oleh karena itu, lanjut dia pihak desa akan mengoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan langkah pelurusan aliran semburan lumpur bercampur air itu.
"Kami siap membantu mengerahkan tenaga untuk mengatur agar alirannya langsung masuk sungai," kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sukirno, menegaskan.
Yang jelas, menurut Eko, juga Sukirno, debit semburan lumpur bercampur air di Jari, belum mempengaruhi sedimen yang masuk ke Waduk Pacal, di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang.
Debit lumpur bercampur air itu, setelah masuk ke Kali Keramat, kemudian bergabung dengan Kali Jari di Kecamatan Gondang.
Dari Kali Jari, lanjut dia, debit air kemudian bergabung dengan Kali Senganten, juga di Kecamatan Gondang, yang debit airnya besar, sehingga di lokasi pertemuan itu, warna air menjadi jernih.
Pengawas Waduk Pacal Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Jaiman, membenarkan Waduk Pacal belum memperoleh tambahan sedimen berupa lumpur bercampur air dampak semburan di Desa Jari, Kecamatan Gondang.
"Waduk Pacal aman tidak memperoleh tambahan sedimen dari Jari, sebab jaraknya sekitar 20 kilometer," ucapnya.
Kepala Seksi Ketenteraman Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat Kecamatan Gondang, Bojonegoro Eko Wage di Bojonegoro, Selasa (12/4/2016) mengatakan, besarnya debit semburan menjadi 0,5 liter per detik, diketahui berdasarkan perhitungan Tim Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Tim Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang terdiri dari Dinas ESDM dan Badan Lingkungan Hidup (BLH), katanya, telah meninjau lokasi sehari lalu, sekaligus menghitung debit semburan lumpur bercampur air.
"Perhitungan debit semburan dilakukan Senin (11/4/2016) sore hari. Dinas ESDM dan BLH Jawa Timur juga memberikan gambaran bahwa semburan lumpur bercampur air di Jari, akan hilang sendiri," jelas dia.
Hal itu, katanya, juga berdasarkan kejadian serupa yang pernah terjadi di Nganjuk, berupa semburan lumpur bercampur air, yang juga kemudian menghilang.
Meski demikian, katanya, semburan lumpur bercampur air yang ada di lokasi perlu diatur langsung masuk ke sungai di desa setempat, agar tidak melebar ke areal pertanian di kawasan hutan di sekitarnya.
"Kalau alirannya diluruskan akan langsung masuk sungai," tandasnya.
Oleh karena itu, lanjut dia pihak desa akan mengoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan langkah pelurusan aliran semburan lumpur bercampur air itu.
"Kami siap membantu mengerahkan tenaga untuk mengatur agar alirannya langsung masuk sungai," kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sukirno, menegaskan.
Yang jelas, menurut Eko, juga Sukirno, debit semburan lumpur bercampur air di Jari, belum mempengaruhi sedimen yang masuk ke Waduk Pacal, di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang.
Debit lumpur bercampur air itu, setelah masuk ke Kali Keramat, kemudian bergabung dengan Kali Jari di Kecamatan Gondang.
Dari Kali Jari, lanjut dia, debit air kemudian bergabung dengan Kali Senganten, juga di Kecamatan Gondang, yang debit airnya besar, sehingga di lokasi pertemuan itu, warna air menjadi jernih.
Pengawas Waduk Pacal Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Jaiman, membenarkan Waduk Pacal belum memperoleh tambahan sedimen berupa lumpur bercampur air dampak semburan di Desa Jari, Kecamatan Gondang.
"Waduk Pacal aman tidak memperoleh tambahan sedimen dari Jari, sebab jaraknya sekitar 20 kilometer," ucapnya.
No comments:
Post a Comment