Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (pakai batik) saat bertemu dengan pakar tata negara Yusril Ihza Mahendra (pakai baju biru) di halalbihalal masyarakat Belitong, di kantor Kementerian Kehutanan dan LH, Jakarta Pusat, Minggu (28/8/2016).
JAKARTA, - Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra menyebut akan ada poros baru pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Poros itu akan terbentuk dalam beberapa hari ke depan. "PKS dan Gerindra sudah selesai. Hanura, Nasdem dan Golkar juga. PDI Perjuangan juga ke Ahok. Tinggal partai lain yang belum tentukan sikap ini akan ambil sikap final," kata Yusril saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Jumat (9/9/2016).
Partai yang belum menentukan sikap yakni Partai Demokrat, PPP dan PAN. Sementara untuk PKB, Yusril berharap akan segera bergabung. Yusril meyakini partai-partai itu akan menentukan sikap untuk mengusung dirinya maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.
"Tunggu Pak SBY pulang dari luar negeri tanggal 13 September. Kemungkinan tanggal 15 September formasi sudah siap," kata Yusril.
Partai Demokrat, kata Yusril, akan aktif mengajak partai-partai lain yang belum tentukan sikap untuk bersatu.
Sementara itu, Yusril tak mau ambil pusing soal sikap PKB yang mengancam mencabut dukungan bila Sandiaga memilih bakal cawagub dari PKS, Mardani.
"Saya enggak mikirin orang lain. Yang penting satu dua hari ini akan selesai," tegas Yusril.
Partai Demokrat memiliki 10 kursi di DPRD DKI, PPP 10 kursi, PKB 6 kursi, PAN 2 kursi. Jika mereka tergabung dalam satu koalisi, suara mereka sudah lebih dari cukup untuk mencalonkan diri di Pilkada DKI dengan persyaratan minimal 22 kursi di DPRD.
Seperti diberitakan, PKS baru saja menyodorkan nama salah satu kadernya, Mardani Ali Sera, kepada Partai Gerindra untuk dipertimbangkan sebagai bakal calon wakil gubernur pendamping Sandiaga. Partai Gerindra bahkan sudah menyatakan segera mengadakan fit and proper test terhadap Mardani.
No comments:
Post a Comment