Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas membahas perhutanan sosial di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (21/9/2016).
JAKARTA, Presiden Joko Widodo akan mengubah sistem penerimaan bantuan sosial atau Bansos. Berdasarkan rapat terbatas beberapa waktu lalu, distribusi Bansos ke depannya akan menggunakan kartu.
"Saya juga telah memerintahkan agar semua bantuan sosial diberikan dalam bentuk nontunai, melalui perbankan, melalui banking system dan diintegrasikan dalam satu kartu," ujar Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (21/9/2016).
Dengan mengubah sistem penerimaan dana Bansos menjadi kartu fisik, Presiden berharap tidak ada lagi penyelewengan dana.
Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa mengungkapkan, saat ini ada 19 kabupaten/kota yang bantuan sosialnya telah dalam bentuk kartu.
Namun, ia mengakui bahwa belum ada aturan yang menjadi dasar penggunaan kartu itu.
"Nanti, kami masih menunggu Peraturan Presiden," ujar dia.
Ke depan, Kementerian Sosial akan terus mendorong kartu fisik sebagai sarana untuk mencairkan dana Bansos di seluruh Indonesia.
Ia juga berharap dana Bansos tidak lagi menjadi 'bancakan' korupsi, melainkan betul-betul untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Diwujudkan intervensi penanganan fakir miskin karena Presiden punya komitmen kuat untuk menurunkan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan," ujar Khofifah.
No comments:
Post a Comment