Wednesday, 7 September 2016

Omah Munir Gagas Modul Pendidikan HAM untuk Pendidikan Madrasah


Sejumlah mahasiswa dan aktivis saat ziarah ke makam Munir di TPU Sisir, Kota Batu Jawa Timur untuk memperingati 12 tahun kematian Munir, Rabu (7/9/2016)

MALANG,  Omah Munir sedang menggagas penerbitan modul pembelajaran hak asasi manusia untuk anak didik yang ada di Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Rencananya, penerbitan modul itu akan bekerja sama dengan Kementerian Agama.
Sebelumnya, Omah Munir sudah menerbitkan modul pembelajaran hak asasi manusia untuk siswa SMP pada 2015 lalu. Modul tersebut sudah diajarkan di sejumlah sekolah yang ada di Jawa dan sebagian di luar Jawa.
"2016 ini kita mulai modul untuk madrasah (MTs). Kita workshop yang pertama sudah. Nanti dilanjutkan dengan workshop-workshop berikutnya," kata perwakilan dari Sekretariat Omah Munir, Heni Rochmawati saat ditemui di Omah Munir, Rabu (7/9/2016) malam.
 
Ada dua daerah yang akan dijadikan pilot project penerapan modul tersebut, yakni Kota Batu dan Bogor. Pilot project itu ditargetkan bisa terlaksana pada 2017 nanti setelah berbagai lokakarya tentang penerbitan modul tersebut selesai. "Penerapannya nanti ke kota-kota yang banyak memiliki madrasah. Kemungkinan besar kita juga ke pesantren-pesantren," jelasnya.
Dikatakan Heni, hak asasi manusia cakupannya cukup luas. Tidak hanya terkait soal kejahatan dan kematian seseorang. Oleh karenanya, ia mamandang penting pendidikan HAM bagi anak didik.
Modul tersebut akan diajarkan melalui Pendidikan Kewarganegaraan.
Terkait dengan modul untuk SMP, Heni mengaku masih menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan supaya modul HAM yang diterbitkan pada 2015 lalu bisa diterapkan di semua sekolah di Indonesia.

No comments:

Post a Comment