Wednesday, 7 September 2016

Bamus Betawi Berpolitik, Ahok Berencana Alokasikan Dana ke Setu Babakan


Suasana sore di Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

JAKARTA,  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan akan menghentikan alokasi hibah bagi Bamus Betawi. Pasalnya, Basuki melanjutkan, organisasi tersebut sudah bermain politik. Salah satu contohnya saat Lebaran Betawi yang diselenggarakan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
"Pakai mimbar Lebaran Betawi, maki-maki SARA, rasial, panitia harusnya melarang dong. Betul enggak? Terus, kumpul-kumpul bikin politik, jadi Bamus Betawi tujuannya golkan orang Betawi jadi gubernur, itu udah enggak bener itu," kata Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/9/2016).
Pria yang akrab disapa Ahok itu menuturkan, organisasi mana pun yang tak sesuai dengan Pancasila dan UUD 45 sudah sepantasnya tidak mendapat alokasi dana dari pemerintah.
"Sekarang kami fokus saja sama Setu Babakan kalau mau ngomong Betawi," kata Basuki.

Adapun hibah yang biasa diterima Bamus Betawi Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar. Hanya, rencana penghentian alokasi hibah kepada Bamus Betawi harus disepakati oleh DPRD DKI Jakarta.

No comments:

Post a Comment